Page 99 - BUKHO GPI PAPUA (EDISI MARET - MEI 2024) - Ipen Anon
P. 99

mengatakan bahwa seorang hamba tidak tahu apa yang akan dilakukan
                   oleh tuan atau majikannya.


                      Tuhan  Yesus  menyebut  kita  sebagai  sahabat,  karena  Dia  sudah
                      memberi tahu kita segala sesuatu yang sudah di dengar-Nya dari Bapa-
                      Nya.

                      Firman Tuhan dalam Kitab Injil Yohanes 15:15, menyatakan: “Aku tidak

                      menyebut  kamu  lagi  hamba,  sebab  hamba  tidak  tahu,  apa  yang
                      diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena
                      Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah
                      Kudengar dari Bapa-Ku.”


                      Kemudian  daripada  itu,  mari  kita  baca  dan  kita  pelajari  Firman-Nya
                      dalam Kitab Yohanes 15:16. Firman Tuhan menyatakan: “Bukan kamu
                      yang  memilih  Aku,  tetapi  Akulah  yang  memilih  kamu.  Dan  Aku  telah

                      menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan
                      buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam
                      nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

                      Jadi,  bukan  kita  yang  berkehendak  memilih  Dia.  Bukan  kita  yang

                      berkuasa untuk memilih-Nya menjadi sahabat kita. Namun, Dialah yang
                      menetapkan dan memilih kita. Dengan belas kasihan-Nya, Dia sudah
                      menetapkan kita, supaya kita pergi melayani dan menghasilkan buah.
                      Dan  buah  kita  itu  tetap,  supaya  apa  yang  kita  minta  kepada  Bapa
                      dalam nama-Nya, maka Bapa memberikan-Nya kepada kita.


                      Akhirnya,  marilah kita simak dan  kita perhatikan Firman Tuhan dalam
                      Kitab  Injil  Yohanes  15:17,  yang  demikian  bunyinya: “Inilah  perintah-Ku
                      kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”


                      Dalam konteks kehidupan kekinian, Firman Tuhan ini memberi kita suatu
                      didikan  dan  ajaran  yang  sangat  indah  dan  aktual.  Tuhan  Yesus
                      menasihati dan mengingatkan kita supaya kita mengasihi seorang akan
                      yang  lain.  Supaya  kita  mengasihi  orang  lain.  Supaya  kita  saling
                      mengasihi. Dengan mengasihi orang lain, kita berharap orang lain juga

                      mengasihi kita. Kalau kita saling mengasihi dalam nama-Nya, maka kita
                      boleh memiliki pengharapan akan terwujudnya suatu kehidupan yang
                      tenteram, aman, penuh sukacita dan damai sejahtera.


               3.  APLIKASI




                                                 BULETIN KHOTBAH MINGGU GPI PAPUA (EDISI MARET – MEI 2024)  99
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104