Page 20 - Brown Warm Handdrawn Abstract Financial Advisor Resume
P. 20

Ciri khas angiospermae itu memiliki bunga sehingga angiospermae
             disebut juga tumbuhan berbunga (Anthophyta). Bunga merupakan alat

             perkembangbiakan  seksual  (generatif)  dan  alat  pemencaran

             tumbuhan. Bunga berisi organ reproduksi tumbuhan yang membentuk
             buah dan biji. Secara umum suatu bunga tersusun atas 4 bagian utama

             yaitu kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari dan putik. Biasanya

             kelopak bunga berwarna hijau seperti daun. Mahkota bunga berfungsi

             untuk  menarik  serangga  atau  burung  kecil  yang  membantu
             penyerbukan.  Benang  sari  (stamen)  merupakan  organ  reproduksi

             jantan  yang  akan  menghasilkan  serbuk  sari  (polen),  sedangkan  putih

             (pistilum) merupakan organ reproduksi betina, yang terdiri atas kepala

             putik (stigma), tangkai putik (stilus) dan bakal buah (ovarium).
                 Penyerbukan atau polinasi yaitu peristiwa jatuhnya atau menempel

             serbuk sari di kepala putik, yang akan berlanjut pada pembuahan dan

             menghasilkan  zigot.  Jika  tersebut  berkembang  menjadi  embrio  yang
             terus  berkembang  menjadi  individu  baru.  Berdasarkan  jumlah  keping

             (kotiledon), Anggia spermae dibagi menjadi dua kelas yaitu :

             1) kelas dikotiledon (Magnoliopsida)

             Dikotiledon merupakan tumbuhan berbunga dengan biji mengandung
             dua  daun  lembaga  atau  keping  biji  (kotiledon).  Umumnya  tumbuhan

             dikotil memiliki daun yang lebar dengan urat daun yang yang rumit dan

             tumbuh  dari  pangkal  daun.  Daun  berupa  daun  tunggal  atau  daun

             majemuk. Daun majemuk yaitu daun-daun yang terdiri atas lebih dari
             satu helai daun pada satu tangkai daun.

             Tumbuhan  dikotil  memiliki  kambium  pada  batang  dan  akar,  sehingga

             mengalami          pertumbuhan           sekunder         (pertambahan           diameter).
             Tumbuhan  dikotil  ini  umumnya  tumbuh  dengan  lambat  dan  sebagian

             besar memiliki batang bercabang. Akarnya tersusun atas sistem akar

             tunggang dengan akar-akar lateral.
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25