Page 56 - LAST NEW.pdf
P. 56
Miftahul Afifur Rohman, Prima Vidya Asteria, Yuniseffendri
b. Karakteristik Peserta Didik
1) Gaya belajar melalui pengalaman langsung, diskusi kelompok, dan
penggunaan materi audiovisual.
2) Kesulitan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dipelajari dalam situasi
nyata karena sedikitnya latihan dan konteks praktis.
3) Makanan tradisional favorit saya dari Indonesia adalah rendang. Sedangkan
makanan favorit saya dari Filipina adalah adobo.
c. Karakteristik Bahan Ajar
1) Bahan ajar yang digunakan kurang mencakup materi yang relevan dengan
kehidupan di Indonesia. Beberapa topik dan situasi yang sering muncul dalam
percakapan sehari-hari belum tercakup dengan baik dalam materi belajar.
2) Penggunaan media dan teknologi dalam pengembangan bahan ajar dapat
membantu menarik minat pemelajar Filipina, memperjelas konsep-konsep
yang abstrak, dan memfasilitasi pembelajaran mandiri di luar kelas.
3) Membutuhkan pelatihan tambahan dalam memahami kebutuhan belajar
pemelajar Filipina, penggunaan metode pengajaran yang menarik, serta
bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka.
d. Lingkungan Belajar
1) Lingkungan belajar yang tenang, terorganisir, dan nyaman akan membantu
Pemelajar Filipina untuk fokus dan lebih efektif dalam belajar. Ruang belajar
yang terang, bersih, dan bebas dari gangguan akan mempercepat proses
pembelajaran mereka.
e. Sumber Belajar
1) Berbasis multimedia dan interaktif. Misalnya pemanfaatan audio, video, dan
situs web.
f. Alokasi Waktu
1) Alokasi waktu satu materi membutuhkan empat kali tatap muka. Setiap
pertemuan memuat keterampilan bahasa yang berbeda untuk diajarkan.
Dimensi Bahasa
4. a. Memilih kosakata yang relevan dengan kebutuhan dan kehidupan sehari-hari
pemelajar, terutama tentang makanan trasdisional.
b. Penggunaan struktur bahasa Indonesia yang sederhana atau kalimat tunggal
untuk mencegah bias makna.
c. Memasukkan iklusivitas sehingga menghargai kontes budaya yang terbalut
dalam makanan tradisional Indonesia.
5. Dimensi ilustrasi
a. Pengadaan ilustrasi, visualisasi, dan penempatan yang tepat. Hal tersebut
memperkaya pengalaman belajar mereka dan memudahkan proses pemahaman
serta penguasaan bahasa Indonesia.
Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Bahan Ajar 49