Page 52 - E-modul sistem koordinasi-Nanta
P. 52
5. Indra Peraba
Kulit sebagai indra peraba terdiri dari beberapa reseptor yang memiliki
fungsi berbeda. Kulit manusia tersusun dari dua lapisan utama yaitu epidermis
dan dermis. Pada epidermis terdapat reseptor untuk rasa sakit dan tekanan
lemah. Sedangkan pada dermis terdapat reseptor untuk panas, dingin, dan
tekanan kuat. Reseptor sensori pada kulit adalah sebagai berikut:
Korpuskula pacini, mendeteksi tekanan yang dalam (kuat) dan getaran.
Terdapat pada jari, telapak tangan dan kaki.
Korpuskula meissner, mendeteksi ransangan berupa sentuhan. Terdapat
pada ujung jari, bibir, papila mamae, dan genita luar.
Cakram merkel, mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang
beradaptasi lambat. Ditemukan pada kulit yang tidak berambut dan di
antara folikel rambut pada epidermis.
Korpuskula ruffini, sebagai reseptor
tekanan dan tegangan di sekitar
jaringan ikat.
Ujung bulbus Krause, mendeteksi
tekanan sentuhan, kesadaran posisi,
dan gerakan.
Ujung saraf bebas, mendeteksi rasa
nyeri, sentuhan ringan, dan suhu
Gambar 16. Reseptor-reseptor pada kulit
(panas/dingin). Sumber: ruangguru.com
Gangguan dan Kelainan pada Indra Peraba
a. Luka bakar disebabkan oleh panas, listrik, dan zat-zat kimia.
b. Miliaria (biang keringat). Penyakit kulit yang timbul akibat obstruksi
duktus kelenjar keringat ekrin (acrosyyingoma) sehingga timbul aliran balik
keringat ke epidermis dan dermis.
47