Page 11 - Amanda Indriani
P. 11

Morfologi dan Penyebarannya didalam

                                                         Sel




                                                                       Mitokondria           berbentuk
                                                                       jorong  dan  biasanya  makin
                                                                       kecil  jumlah  mitokondria
                                                                       dalam  suatu  sel,  makin

                                                                       besar  ukuran  dari  organel
                                                                       tersebut. Letak mitokondria
                                                                       umumnya  tersebar  dalam

                                                                       plasenta sel, tetapi ada pula
                                                                       yang letaknya menurut pola
                                                                       tertentu.


               Morfologi  mitokondria  sangat  bervariasi  dalam  ukuran  dan  bentuk,
               namun umumnya berbentuk oval atau silindris dengan panjang sekitar 0,5
               hingga  10  mikrometer.  Mitokondria  terdiri  dari  dua  membran:  membran

               luar yang halus dan permeabel, serta membran dalam yang berlipat-lipat
               membentuk  krista.  Lipatan  krista  ini  meningkatkan  luas  permukaan
               membran  dalam,  yang  penting  untuk  proses  produksi  energi.  Di  antara

               kedua membran terdapat ruang antar membran, sementara bagian dalam
               mitokondria disebut matriks, yang mengandung enzim, DNA mitokondria,
               ribosom, dan berbagai molekul yang diperlukan untuk siklus Krebs serta
               sintesis ATP.



               Mitokondria bersifat dinamis, mampu berubah bentuk melalui proses fusi
               (bergabung) dan fisi (pembelahan), tergantung pada kebutuhan energi sel.
               Fusi  dan  fisi  ini  juga  memungkinkan  mitokondria  untuk  beradaptasi

               dengan  perubahan  lingkungan  sel  dan  memperbaiki  diri  dari  kerusakan.
               Selain itu, mitokondria dapat berpindah di dalam sel melalui sitoskeleton,
               memastikan  distribusi  energi  yang  efisien  ke  daerah-daerah  yang
               membutuhkan energi tinggi, seperti ujung sel saraf atau area pembelahan
               sel.



               Penyebaran mitokondria di dalam sel bergantung pada kebutuhan energi
               seluler. Sel-sel yang membutuhkan energi tinggi, seperti sel otot, sel saraf,

               dan  sel  hati,  memiliki  jumlah  mitokondria  yang  lebih  banyak
               dibandingkan sel lain.
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16