Page 147 - combinepdf_Neat
P. 147
Kegiatan Belajar 2
Periodesasi Masa Dewasa
Pada masa dewasa madya terjadi perubahan fungsi fisik yang tak mampu berfungsi seperti sedia kala.
Melihat dan mendengar merupakan dua perubahan yang paling menyusahkan paling banyak tampak dalam
dewasa tengah. Daya akomodasi mata untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina akan
mengalami penurunan tajam antara usia 40 tahun. Karena pada usia tersebut aliran darah pada mata juga
berkurang. Pendengaran mungkin juga mulai menurun pada usia ini yaitu mulai memasuki usia 40. Meskipun
kemampuan untuk mendengar suara-suara bernada rendah tidak begitu kelihatan. Laki-laki biasanya kehilangan
sensitifitasnya terhadap suara bernada tinggi lebih dahulu daripada perempuan. Hal ini mungkin disebabkan oleh
lebih besarnya pengalaman laki-laki terhadap suaru gaduh dalam pekerjaan.
Pada aspek kognitif. Masa dewasa madya ditandai dengan crystallized intelligence (akumulasi dari informasi dan
keterampilan) akan terus meningkat di usia paruh baya, sementara fluid intelligence (kemampuan melakukan
penalaran abstrak) akan menurun. Orang dewasa dalam menyelesaikan masalahnya juga memikirkannya terlebih
dahulu secara teoritis. Analisis masalah dilakukan dengan penyelesaian berbagai hipotesis yang mungkin ada.
Pada masa dewasa madya, tugas perkembangan berkaitan dengan penyesuaian diri individu terhadap dirinya
sendiri, kehidupan keluarga, pekerjaan, serta masyarakat. Menurut Hurlock (2000) secara garis besarnya, tugas
perkembangan masa dewasa madya dapat dibagi menjadi 4 bagian besar, yaitu :
a. Tugas perkembangan yang berhubungan dengan penyesuaian terhadap keadaan fisiologis.
b. Tugas perkembangan yang berhubungan dengan adanya perubahan minat ; berkenaan
dengan aktivitas sosial, sebagai warga negara, atau minat yang berhubungan dengan
kegiatan atau hobi yang berkaitan dengan keluarga.
c. Tugas perkembangan yang berhubungan dengan penyesuaian jabatan atau pekerjaan yang
berhubungan dengan pemantapan kehidupan ekonomi.
d. Tugas perkembangan yang berhubungan dengan kehidupan keluarga, misalnya
menyesuaikan diri dengan kehidupan orang tua yang sudah lanjut usia, atau mendidik
anak-anak yang remaja agar menjadi orang dewas yang penuh tanggung jawab
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

