Page 144 - combinepdf_Neat
P. 144

Kegiatan Belajar 2
         Periodesasi Masa Dewasa









        g.  Masa dewasa awal sering merupakan masa ketergantungan
           Meskipun telah mencapai status dewasa, banyak individu yang masih tergantung pada orang-orang tertentu

           dalam  jangka  waktu  yang  berbeda-beda.  Ketergantungan  ini  mungkin  pada  orang  tua  yang  membiayai
           pendidikan.
        h.  Masa dewasa awal sebagai masa perubahan nilai
           Perubahan karena adanya pengalaman dan hubungan sosial yang lebih luas dan nilai-nilai itu dapat dilihat dri
           kacamata orang dewasa. Perubahan nilai ini disebabka karena beberapa alasan yaitu individu ingin diterima olh

           anggota kelompok orang dewasa, individu menyadari bahwa kebanyakan kelompok sosial berpedoman pada
           nilai-nilai konvensional dalam hal keyakinan dan perilaku.
        i.   Masa dewasa awal masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru.

           Masa  ini  individu  banyak  mengalami  perubahan  dimana  gaya  hidup  baru  paling  menonjol  dibidang
           perkawinan dan peran orangtua.
        j.   Masa dewasa awal sebagai masa kreatif
           Orang yang dewasa tidak terikat lagi oleh ketentuan dan aturan orangtua maupun guru-gurunya sehingga
           terlebas dari belenggu ini dan bebas untuk berbuat apa yang mereka inginkan. Bentuk kreatifitas ini tergantung

           dengan minat dan kemampuan individual.
           Selain karakteristik khas tersebut, masa dewasa awal memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai
           sebelum beranjak ke periode berikutnya yaitu: memilih teman hidup, belajar hidup dengan pasangannya,

           memulai  keluarga,  memelihara  anak-anak,  memulai  pekerjaan,  menemukan  satu  kelompok  sosial  yang
           simpatik, dan berkewajiban sebagai warga negara.


                Aspek perkembangan yang masih banyak mengalami perubahan secara kualitas pada manusia dewasa ada
        di  area  kognitif.  Istilah  “cognitive”  berasal  dari  kata  cognition  yang  padanannya  knowing  yang  berarti

        mengetahui.    Secara  umum  kognitif  diartikan  potensi  intelektual  yang  terdiri  dari  tahapan:  pengetahuan
        (knowledge),  pemahaman  (comprehention),  penerapan  (application),  analisa  (analysis),  sintesa  (sinthesis),
        evaluasi  (evaluation).  Kognitif  berarti  persoalan  yang  menyangkut  kemampuan  untuk  mengembangkan

        kemampuan rasional (akal).


                                                   Perkembangan pemikiran postformal
                                                   Perkembangan memori







                                                    Perkembangan intelegensi

                                                    Penalaran Moral

                        Desmita (2015), menjelaskan perkembangan kognitif pada masa dewasa awal



          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149