Page 140 - combinepdf_Neat
P. 140
Kegiatan Belajar 1
Paradigma Masa Dewasa
Transisi Dari Sekolah Menengah Ke Perguruan Tinggi
Sama halnya dengan transisi dari sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, transisi dari
sekolah menengah atas ke universitas juga melibatkan fitur-fitur positif. Mahasiswa lebih merasa dewasa punya
banyak pilihan terhadap mata kuliah yang ingin diambil, punya lebih banyak waktu untuk bergaul dengan teman-
teman, punya kesempatan yang lebih besar untuk mengeksplorasi nilai dan gaya hidup yang beragam, menikmati
kebebasan yang lebih besar dari pantauan orang tua dan tertantang secara intelektual oleh tugas-tugas akademis
(Santrock & Halonen, 2010).
Batas Usia Masa Dewasa
Setiap kebudayaan membuat perbedaan usia kapan seseorang mencapai status dewasa secara resmi.
Pada sebagian besar kebudayaan kuno, status ini tercapai apabila pertumbuan pubertas sudah selesai atau hampir
selesai dan apabila organ kelamin anak telah berkembang dan mampu berproduksi. Para ahli Psikologi modern
kemudian bersepakat bahwa umur 18 tahun merupakan umur dimana seseorang dianggap dewasa secara sah.
Dengan meningkatnya lamanya hidup atau panjangnya usia rata-rata yang maka masa dewasa sekarang
mencakup waktu yang paling lama dalam rentang hidup. Masa dewasa awal dimulai pada umur 18 tahun sampai
kira-kira umur 40 tahun, saat perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang menyertai berkurangnya
kemampuan reproduktif (Hurlock, 1996). Masa dewasa awal merupakan periode penyesuaian diri terhadap
pola-pola kehidupan yang baru dan harapan-harapan sosial baru. Orang dewasa awal diharapkan memaikan
peran baru, seperti suami/istri, orang tua, dan pencari nafkah, keinginan-keingan baru, mengembangkan sikap-
sikap baru, dan nilai-nilai baru sesuai tugas baru ini.
Sedangkan rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnya
berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun
mental. Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dan semakin
besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritas muda-tua dan semakin
berkurangnya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masa ketika orang mencapai dan
mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketika individu berusaha meneruskan suatu yang berarti
pada generasi berikutnya.
Masa dewasa akhir yang disebut lanjut usia terjadi pada rentang usia diatas 60 tahun. Batasan ini
digunakan di Indonesia khususnya karena digunakan sebagai usia maksimal bekerja dan mulai menunjukkan
tanda-tanda penuaan. Menurut Hurlock (2002), tahap terakhir dalam perkembangan ini dibagi menjadi usia
lanjut dini yang berkisar antara usia enampuluh sampai tujuh puluh tahun dan usia lanjut yang dimulai pada usia
tujuh puluh tahun hingga akhir kehidupan seseorang. Orangtua muda atau usia tua (usia 65 hingga 74 tahun) dan
orangtua yang tua atau usia tua akhir (75 tahun atau lebih) dan orang tua lanjut (85 tahun atau lebih) dari orang-
orang dewasa lanjut yang lebih muda
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

