Page 54 - combinepdf_Neat
P. 54
Kegiatan Belajar 2
Perkembangan Kognitif Piaget
Perkembangan Kognitif
Piaget dilahirkan pada tanggal 9 Agustus 1896 di Neuchatel, Swiss. Ayahnya seorang Ahli sejarah di
Universitas Neuchatel dan digambarkan sebagai seorang yang rasional dan sistematik dalam cara berpikir, dimana
banyak ditiru oleh Piaget. Sedangkan ibunya adalah seorang yang dinamik, cerdas, religius, dan sedikit neurotik
sehingga menimbulkan banyak ketegangan di rumah.
Istilah kognitif mulai banyak dikemukakan ketika teori Jean Piaget banyak ditulis dan dibicarakan lagi
pada kira-kira tahun 1960-an. Menurut Piaget, perkembangan kognitif bukan hanya hasil kematangan organisme ,
bukan pula pengaruh lingkungan saja, melainka interaksi antar keduanya. Dalam pandangan ini organisme aktif
mengadakan hubungan dengan lingkungan. Penyesuaian terhadap objek-objek yang ada di lingkungannya, yang
merupakan proses interaksi yang dinamis inilah yang kemudian disebut kognisi. Secara singkat, Kognisi meliputi
aspek-aspek persepsi, ingatan, pikiran, simbol, penalaran, dan pemecahan persoalan. Piaget menekankan bahwa
pola pikir anak-anak bukan merupakan replika miniatur orang dewasa dan cara berpikir anak-anak tidak sama
dengan cara berpikir orang dewasa.
Secara spesifik Piaget membagi tahapan perkembangan ke dalam 4 kategori yaitu:
Tahap Sensor Motorik (usia 0-2th)
Pada tahap ini bayi menggunakan kemampuan perasaan dan motorik untuk memahami dunia
sekitarnya. Berawal dari gerakan refleks, seperti refleks menghisap dan menangis, kemudian
berakhir dengan kombinasi kompleks dari kemampuan sensori motor, seperti berlari.
Tahap Praoperasional (2-7th)
Pada tahap ini anak sudah memiliki gambaran mental dan mampu menggunakan
simbol. Sebuah simbol merupakan perwakilan untuk menggambarkan sesuatu yang
lain. Simbol gajah misalnya, digunakan anak untuk memahami sebuah hewan besar
yang memiliki belalai panjang dan telinga lebar. Gajah yang sesungguhnya juga akan
dipahami anak melalui proses menggambar, cerita, menyusun puzzle, atau menulis
huruf. Jenis permainan simbolik yang dapat digunakan anak seperti bermain pura-pura,
mendongeng, menggambar, role play, sosio-drama
Tahap Operasional Konkrit (7-11th)
Pada tahap ini anak tidak hanya mampu menggambarkan simbol tetapi dapat
memanipulasi simbol secara logika. Mereka memahami bahwa sebuah benda dpat
memiliki beberapa dimensi sehingga karakteristik benda bisa jadi tetap sama meskipun
penampilan luarnya berubah. Anak yang berada pada tahap operasional konkret
menyukai pengerjaan proyek-proyek yang harus mereka pecahkan kerena secara
kognitif kemampuan berpikir logis sedang berkembang pesat.
Tahap Operasional Formal (11th ke atas)
Pada tahap ini anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola
berpikir “kemungkinan”. Mereka telah mampu membuat hipotesa-hipotesa yang mungkin
menjadi solusi suatu masalah sehingga dalam pembelajaran mereka telah mampu
dihadapkan pada jenis soal yang membutuhkan kompleksitas berpikir.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

