Page 58 - combinepdf_Neat
P. 58

Kegiatan Belajar 3
         Perkembangan Kognitif Vygostky








                Meskipun  pada  akhirnya  anak-anak  akan  mempelajari  sendiri  beberapa  konsep  melalui  pengalaman
         sehari-hari, Vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain. Anak-
         anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. Vygotsky

         mengemukakan bahwa fungsi-fungsi kognitif anak-anak belum benar-benar matang, tetapi masih dalam proses
         pematangan.  Sehingga  secara  tidak  langsung  anak  membutuhkan  orang  lain  untuk  mematangkan  dan
         mengembangkan pola pikirnya.



                Salah satu konsep teori Vygotsky yang terkenal adalah tentang Zona Perkembangan Proksimal (Zone Of
         Proximal Development – ZPD). Zona Perkembangan Proksimal adalah istilah Vygotsky untuk rangkaian tugas
         yang terlalu sulit dikuasai anak seorang diri tetapi dapat diipelajari dengan bantuan dan bimbingan orang dewasa
         atau anak-anak yang terlatih. Menurut teori Vygotsky, ZPD merupakan celah antara actual development dan

         potensial development, dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa
         dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman
         sebaya. Batas bawah dari ZPD adalah tingkat keahlian yang dimiliki anak yang bekerja secara mandiri. Batas atas
         adalah tingkat tanggung jawab tambahan yang dapat diterima oleh anak dengan bantuan seorang instruktur.

         Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan
         anak
                Konsep lain dari teori Vygotsky adalah Scaffolding atau
         perubahan  tingkat  dukungan.  Scaffolding  merupakan  istilah

         terkait perkembangan kognitif yang digunakan Vygotsky untuk
         mendeskripsikan perubahan dukungan selama sesi pembelajaran,
         dimana orang yang lebih terampil mengubah bimbingan sesuai

         tingkat kemampuan anak. Dialog adalah alat yang penting dalam
         ZPD. Vygotsky memandang anak-anak kaya konsep tetapi tidak
         sistematis,  acak,  dan  spontan.  Dalam  dialog,  konsep-konsep
         tersebut dapat dipertemukan dengan bimbingan yang sistematis,
         logis dan rasional.


























          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63