Page 69 - combinepdf_Neat
P. 69
Kegiatan Belajar 2
Teori-Teori Behavioristik
Teori Koneksionisme
Edward L. Thorndike (1874-1949) pencetus teori connectionism dari Amerika Serikat, menyatakan
bahwa dasar dari belajar adalah asosiasi antara kesan panca indera dan inplus untuk bertindak atau terjadinya
hubungan antara stimulus dan respon disebut Bond, sehingga dikenal dengan teori S – R Bond. Didalam
belajar terdapat dua hukum, yaitu hukum primer dan hukum sekunder. Hukum primer terdiri dari :
Hukum Primer Hukum Sekunder
Law of Readiness, yaitu kesiapan untuk bertindak itu Law of Multiple Response, yaitu sesuatu yang
timbul karena penyesuaian diri dengan sekitarnya yang dilakukan dengan variasi uji coba dalam menghadapi
akan memberikan kepuasan situasi problematis, maka salah satunya akan berhasil
Law of Exercise and Repetition, sesuatu itu akan juga.
sangat kuat bila sering dilakukan diklat dan Law of Assimilation, yaitu orang yang mudah
pengulangan menyesuaikan diri dengan situasi baru, asal situasi itu
Law of Effect, yaitu perbuatan yang diikuti dengan ada unsur bersamaan.
dampak atau pengaruh yang memuaskan cenderung
ingin diulangi lagi dan yang tidak mendatangkan Law of Partial Activity, seseorang dapat beraksi secara
kepuasan akan dilupakan selektif terhadap kemungkinan yang ada didalam
situasi tertentu.
Teori koneksionisme ini dibuktikan melalui eksperimen yang dilakukan Thorndike. Melalui
eksperimen tersebut Thorndike ini menggunakan hewan-hewan terutama kucing untuk mengetahui fenomena
belajar. Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box), lama-kelamaan perilaku
kucing tersebut untuk mencapai makanan semakin efektif. Sehingga kemudian diketahui bahwa supaya
tercapai hubungan antara stimulus dan respons, perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat
serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu.
Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan
berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike
ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. Adanya pandangan-pandangan
Thorndike yang memberi sumbangan yang cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan
sebagai salah satu tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

