Page 72 - combinepdf_Neat
P. 72

Kegiatan Belajar 3

         Implementasi Behavioristik Dalam Pembelajaran






                Setelah mempelajari beberapa teori Behavioristik, Anda tentu dapat melihat bahwa perspektif ini
         melahirkan  hukum-hukum  yang  bermanfaat  dalam  proses  belajar  peserta  didik.  Menurut  teori  belajar
         behavioristik, belajar merupakan perubahan tingkah laku hasil interaksi stimulus dan respons, yaitu proses
         manusia untuk memberikan respons tertentu berdasarkan stimulus yang datang dari luar. Teori Behavioristik

         atau behavioris percaya pada tiga premis dasar:
         1. Belajar dimanifestasikan oleh perubahan perilaku.
         2. Lingkungan membentuk perilaku.
         3.  Prinsip-prinsip  kedekatan  (seberapa  dekat  waktunya  dua  peristiwa  harus  dibentuk  untuk  ikatan)  dan

         penguatan (segala cara untuk meningkatkan kemungkinan suatu peristiwa akan berulang) sangat penting untuk
         menjelaskan proses pembelajaran.

                Pada hakikatnya teori belajar Behavioristik memandang bahwa perubahan yang terjadi pada individu
         berdasarkan paradigma Stimulus – Respons. Paradigma Stimulis – Respon atau S-R menyatakan bahwa suatu
         proseslah yang memberikan dampak balik terhadap apa yang datang dari luar individu tersebut. Maka suatu
         individu dianggap belajar apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku karena menerima stimulus

         dari luar. Stimulus dimaknai sebagai suatu yang dapat dimanipulasi. Memanipulasi lingkungan belajar oleh
         pendidik  merupakan  upaya  membentuk  perilaku  peserta  didiknya  melalui  respons  yang  dimunculkan
         sebagaimana yang diharapkan dalam tujuan pembelajaran atau tujuan pendidikan.
         nimbulkan kebutuhan yang nyata supaya peserta didik tergerak untuk memberikan respons kembali.


                 Proses Stimulus-Respons ini terdiri dari beberapa unsur, yaitu:
                 1. Drive (Dorongan)
                 Peserta didik merasa akan adanya kebutuhan terhadap sesuatu sehingga dirinya terdorong untuk
                 memenuhi kebutuhan tersebut.

                 2. Stimulus (Rangsangan)
                 Guru memberikan stimulus yang menyebabkan timbulnya respons peserta didiknya.
                 3. Respons (Reaksi)
                 Respons akan muncul dari peserta didik sebagai bentuk balasan dari stimulus yang diterimanya.

                 4. Reinforcement (Penguatan)
                 Guru memberikan kegembiraan atau menimbulkan kebutuhan yang nyata supaya peserta didik
                 tergerak untuk memberikan respons kembali.





















          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77