Page 77 - combinepdf_Neat
P. 77
Kegiatan Belajar 1
Perkembangan Masa Prenatal
Masa prenatal secara sederhana dapat disebut sebagai masa di dalam kandungan. Masa ini dimulai sejak sel
sperma berhasil membuahi sebuah sel telur di dalam indung saluran indung telur ke rahim wanita. Sel telur yang
dibuahi tersebut kemudian disebut dengan zigot. Sel zigot ini secara bertahap akan mengalami pembelahan sel
menjadi dua sel, empat sel, dan berlanjut hingga membentuk sistem organ manusia.
Proses kehamilan biasanya berlangsung selama 280 hari atau sekitar 9 bulan. Ibu hamil biasanya akan
diminta secara rutin melakukan kontrol dengan dokter ataupun bidan untuk mengetahui apakah janin berkembang
normal atau tidak. Masa kehamilan dibagi menjadi trimester pertama, kedua dan ketiga dimana masing-masing
trimester tersebut janin mengalami perkembangan spesifik secara pesat. Berikut akan kita pelajari mengenai fase-
fase perkembangan janin di masa prenatal.
Fase Pranatal
Fase perkembangan prenatal pada umumnya dibagi ke dalam tiga periode utama yaitu periode semai
(germinal), periode embrionis, dan periode janin (fetus). Periode germinal terjadi kira-kira selama dua minggu
pertama kehamilan; periode embrio mencakup dua minggu sampai delapan minggu kehamilan; dan periode fetus
terjadi sejak usia kehamilan 8 minggu dan seterusnya hingga lahir. Tahap germinal
Periode Germinal
meliputi penciptaan zigot dilanjutkan dengan pembelahan sel kemudian zigot tersebut melekat ke
dinding rahim. Sehingga proses periode germinal ini mencakup peristiwa fertilisasi hingga implantasi
(pelekatan) di dalam dinding uterus (rahim) yang berlangsung selama 2 minggu. Proses pembelahan
menghasilkan lapisan dalam dan lapisan luar sel. Blastocyst merupakan lapisan dalam sel yang
berkembang menjadi embrio. Sedangkan trophoblast adalah lapisan luar sel yang kemudian menjadi
asupan gizi dan dukungan bagi embrio (nantinya menjadi plasenta).
Periode Embrionis
terjadi dari 2 hingga 8 minggu setelah pembuahan. Hal krusial yang terjadi di minggu ini adalah
semakin meningkatnya pembelahan sel, terbentuknya sistem dukungan bagi sel dan mulai tampak
organ-organ dalam. Pada proses ini blastocyst akan berkembang menjadi dua lapisan yaitu lapisan luar
dan lapisan dalam. Lapisan dalam akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan pernafasan.
Sedangkan lapisan luar terpecah lagi menjadi dua bagian yaitu ectoderm dan mesoderm. Ectoderm
merupakan lapisan paling luar manusia yang terdiri dari indera (mata, telinga, hidung, kulit),
sedangkan mesoderm berkembang menjado sistem peredaran darah, tulang, otot, sistem pembuangan
kotoran, dan sistem reproduksi. Pada periode ini juga terbentuk plasenta (ari-ari) yang merupakan
jaringan disertai tali pusar yang menghubungan ibu dengan janin, serta terbentuk amnion (air ketuban)
yang melindungi janin dari guncangan dan menjaga suhu yang nyaman.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

