Page 78 - combinepdf_Neat
P. 78
Kegiatan Belajar 1
Perkembangan Masa Prenatal
Periode Fetal
dimulai 2 bulan setelah pembuahan dan pada umumnya berlangsung selama 7 bulan. Tiga bulan
setelah pembuahan panjang janin mencapai 3 inci dan beratnya kira-kira 1 ons. Di usia ini janin sudah
tampak memiliki mata, dagu, kepala, hidung dan mulut. Di akhir bulan ke empat, janin mulai semakin
aktif bergerak seperti tendangan yang dapat dirasakan pertama kali oleh ibu. Jenis kelamin janin juga
dapat teridentifikasi. Pada bulan kelima panjang janin kira-kira 10-12 inci dan sudah terbentuk
struktur kulit misalnya kuku jari kaki dan kuku jari tangan. Pada bulan keenam panjang janin
mencapai 14 inci dan mulai tumbuh rambut-rambut halus yang menyelimuti tubuhnya, bentuk mata
dan kelopak matanya semakin sempurna, serta janin semakin suka bergerak memposisikan diri dengan
nyaman. Pada bulan ketujuh janin telah memiliki gerak refleks, panjang janin sekitar 14-17 inci. Pada
bulan kedelapan dan kesembilan organ dan fisik janin disempurnakan. Di Indonesia berat badan janin
ideal sekitar 2.5 kg hingga 3.5 kg dengan panjang sekitar 45 cm – 52 cm.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Masa Prenatal
Perkembangan prenatal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Apakah janin akan berkembang dalam kondisi
sehat disertai organ tubuh yang lengkap, atau janin mengalami gangguan dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.
Meskipun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan janin ini sudah diteliti secara empiris oleh para ahli,
namun tidak ada faktor yang dominan sehingga secara pasti menimbulkan dampak tertentu. Berikut ini
merupakan faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan janin:
.............. Kondisi Kesehatan Ibu
...... ......... Asupan Gizi
.........
......... Kondisi Psikologis Ibu
......
......
Penggunaan Obat-Obatan dan Alkohol
Macam - Macam Ancaman Masa Prenatal
Periode prenatal ini memiliki ancaman-ancaman meskipun berbagai faktor yang dapat mempengaruhi
perkembangan janin sudah sangat diperhatikan. Diantara ancaman tersebut antara lain seperti keguguran,
plasenta previa, dan kelahiran prematur. Contoh gangguan tersebut seringkali tidak dapat terelakkan bahkan
ketika sudah melakukan tindakan-tindakan pencegahan.
Keguguran atau aborsi spontan terjadi ketika kehamilan berakhir sebelum organisme berkembang cukup
matang untuk bertahan hidup di luar kandungan. Embrio berpisah dari dinding rahim dan keluar dari peranakan.
Kebanyakan kasus keguguran terjadi pada 2 hingga bulan pertama kehamilan dan beberapa ibu tidak menyadari
bahwa dirinya sedang hamil. Kasus yang lain diakibatkan janin tidak berkembang normal. Beberapa kasus yang
lain adalah janin meninggal di dalam kandungan sehingga perlu tindakan medis untuk mengeluarkan janin dari
rahim wanita.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

