Page 82 - combinepdf_Neat
P. 82

Kegiatan Belajar 2
         Perkembangan Masa Neonatal





            Bentuk - Bentuk Penyesuaian Bayi Neonatal

               Hurlock  (1980)  mengatakan  bahwa  bayi  perlu  menyesuaikan  diri  setelah  kelahirannya  di  dunia.
         Kemampuan  penyesuaian  diri  bayi  bermacam-macam,  ada  yang  mudah  dalam  beradaptasi  dan  ada  yang
         memerlukan bantuan lebih dari orangtua atau perawatnya. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk penyesuaian
         bayi yang baru lahir:

                                                                                                                   0
                                                                 0
               1. Perubahan suhu. Suhu di dalam rahim sekitar 100  F sedangkan di luar kandungan suhu berkisar 60-70
                  F. Bayi mungkin akan belajar mengenai rasa gerah dan dingin dengan suhu di sekitarnya, dimana selama
                  di rahim suhu relatif stabil.

               2. Pernapasan. Bayi harus berlatih bernafas sendiri menggunakan paru-paru setelah tali pusarnya diputus.
                  Dari sini bayi  belajar menjadi individu mandiri tanpa tergantung oleh ibunya lagi.

               3. Mengisap dan menelan. Gerak mengisap dan menelan sebenarnya merupakan kemampuan refleks pada

                  bayi sehingga seluruh bayi yang baru lahir memiliki kemampuan ini. Hanya saja ada yang cepat terampil
                  dan ada yang kesulitan sehingga berat badan semakin turun karena kurangnya asupan. Untuk melatih
                  gerak mengisap pertama kali terdapat proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yaitu bayi yang baru saja

                  lahir setelah dibersihkan kemudian ditempelkan di dada ibu supaya mencari puting ibu sendiri. Proses
                  ini juga menjadi langkah awal dalam mengikat kelekatan antara ibu dan bayi.

               4. Pembuangan. Setelah lahir organ pembuangan mulai berfungsi sehingga anak bisa melakukan buang air
                  besar dan buang air kecil. Pada umumnya tidak banyak yang mengalami masalah buang air kecil namun

                  ada yang bermasalah pada buang air besar seperti diare atau bahkan sembelit. Pengasuh hendaknya
                  memberikan  bantuan  pada  bayi  terkait  masalah  pembuangan  ini  misalnya  dengan  mengoles  perut
                  dengan minyak hangat atau mempelajari beberapa posisi yang memudahkan untuk bayi melakukan
                  buang air besar.


            SIDS Sebagai Ancaman Neonatal

                SIDS  (Sudden  Infant  Death  Syndrome)  merupakan  salah  satu  ancaman  bagi  bayi  neonatal.  SIDS
          merupakan kematian bayi secara mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit sebelumnya. Kejadian ini sering ditemui
          pada bayi usia dua hingga empat tahun dan jarang ditemui pada bayi usia 6 bulan. Penyebab SIDS sendiri belum
          diketahui,  namun  kejadian  ini  sering  dialami  oleh  bayi  laki-laki  yang  memiliki  berat  badan  rendah,  lahir

          prematur, memiliki gangguan pernafasan, dan detak jantung abnormal. Ibu perokok, pengguna narkotika, dan
          anemia  merupakan  salah  satu  kemungkinan  bayi  mengalami  SIDS.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa
          sebagian besar SID terjadi pada malam hari dan risiko ini dapat dicegah apabila bayi tidur telentang, bukan miring
          dan tengkurap.














          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87