Page 87 - combinepdf_Neat
P. 87
Kegiatan Belajar 1
Perkembangan Fisik Motorik
Pada rentang usia 0-2 tahun perkembangan fisik motorik menjadi perhatian utama pada bayi. Umumnya
pertambahan berat badan, tinggi badan serta keterampilan motorik secara sistematis terpantau oleh orangtua
maupun pengasuh bayi. Saat ini para orangtua semakin sadar akan pentingnya pemantauan perkembangan fisik
secara rutin di layanan kesehatan setempat seperti posyandu, klinik atau rumah sakit. Tidak hanya memantau
perkembangan fisik motorik bayi saja, namun para orangtua juga dihimbau untuk melakukan imunisasi lengkap
untuk mencegah bayi dari infeksi virus berbahaya.
Bayi di Indonesia umumnya lahir dengan berat badan 3-3,5kg dan panjang badan sekitar 50cm. Setelah lahir
bayi akan mengalami penyusutan berat badan karena melakukan adaptasi dengan lingkungan baru. Adaptasi
tersebut seperti belajar menghisap asi, menyesuaikan suhu lingkungan, dan menyesuaikan ritme tidur. Saat usia
bayi memasuki 5 bulan berat badannya mencapai 8 kg dan saat berusia 1 tahun berat badannya sekitar 10 kg.
Sedangkan panjang badang bayi berusia 1 tahun dapat mencapai 76 cm dan saat berusia 2 tahun tingginya
mencapai separuh badan orang dewasa atau sekitar 86 cm.
Berikut ini merupakan penjelasan tentang beberapa perkembangan fisik pada masa bayi menurut Hurlock
(1980)
Gerak Refleks
Bayi yang baru lahir sudah memiliki beberapa gerak refleks untuk mempertahankan hidupnya. Gerak
refleks dapat disebut juga sebagai gerak spontan atau otomatis. Gobbard (Papalia, dkk., 2002) menyebutkan
bahwa bayi setidaknya memiliki 27 gerak refleks yang dikelompokkan menjadi dua yaitu refleks bayi dan
refleks permanen. Refleks bayi yaitu refleks-refleks yang kemudian menghilang dalam waktu tertentu,
sedangkan refleks permanen yaitu refleks yaitu bersifat menetap hingga dewasa. Berikut ini beberapa
contoh gerak refleks pada bayi, yaitu :
Ÿ a. Moro reflex (Refleks kaget). Refleks ini berupa gerakan melengkungkan punggung, meletakkan
kepala, mengepakkan tangan dan kaki kemudian menutup kembali lengan dan kaki dengan cepat ke
pusat tubuh (Soetjiningsih, 2012). Refleks ini muncul ketika bayi mendengar suara yang
mengagetkan dan gerakan yang tiba-tiba dari pengasuh sehingga membuat bayi terkejut. Seringkali
ketika kaget disertai tangisan bayi. Normalnya refleks ini hilang pada usia 3 atau 4 bulan.
Ÿ b. Darwinian/grasping reflex (Refleks genggam). Refleks ini berupa genggaman bayi yang erat
apabila jari diletakkan di telapak tangannya.
Ÿ c. Babinski reflex. Bayi merentangkan jari-jemari apabila digosok telapak kakinya. Refleks ini akan
hilang sekitar usia 9-12 bulan.
Ÿ d. Rooting reflex. Bayi menggerakkan kepalanya ke kanan/kiri apabila disentuh pipi atau sudut
mulutnya. Gerakan ini seakan mencari puting susu. Refleks ini menghilang di usia 3-4 bulan.
Ÿ e. Sucking reflex (refleks menghisap). Apabila ada benda atau jari yang menyentuh mulutnya maka
secara otomatis bayi membuka mulut dan mencari benda tersebut guntuk dihisap. Refleks ini
penting sebagai langkah awal bati mencari makanannya dalam hal ini adalah asi.
Ÿ f. Walking reflex (refleks berjalan). Apabila bayi diangkat dan kaki disentuhkan pada permukaan
maka secara otomatis kakinya akan bergerak seakan berjalan.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

