Page 88 - combinepdf_Neat
P. 88
Kegiatan Belajar 1
Perkembangan Fisik Motorik
Pertumbuhan Gigi
Pertumbuhan gigi pada bayi sudah terjadi sejak di dalam kandungan. Awalnya gigi pada bayi berupa
tonjolan di sepanjang geraham atas dan bawah, yang mulai terbentuk saat janin berusia 6 minggu. Lalu, akan
terbentuk jaringan keras di sekeliling cikal bakal gigi tersebut saat janin berumur 3-4 bulan.Calon gigi ini akan
tetap “bersembunyi” di dalam geraham sampai bayi lahir.
Saat lahir bayi belum memiliki gigi sehingga makanannya masih berupa cairan dalam hal ini adalah asi.
Sekitar usia enam bulan pertumbuhan gigi bayi dimulai. Bayi lebih sering menggigit benda-benda untuk
merangsang tumbuhnya gigi. Pertumbuhan gigi pertama kali ini dinamakan erupsi. Beberapa bayi akan
menunjukkan ketidaknyamanan dengan munculnya gigi ini seperti menangis, demam, gelisah, dll. Sekitar usia
10 bulan bayi sudah memiliki empat gigi atas dan empat gigi bawah. Meskipun demikian tidak jarang terdapat
bayi yang lebih lambat dalam pertumbuhan gigi ini. Namun pada umumnya pada usia 2,5 tahun anak sudah
memiliki 20 gigi.
Gigi yang muncul di masa bayi ini disebut dengan gigi susu yang nantinya akan tanggal dan diganti dengan
gigi dewasa. Orangtua perlu melakukan perawatan gigi bayi supaya gigi bayi tetap sehat dan tidak keropos.
Pertumbuhan gigi dewasa selanjutnya ditentukan dari kualitas gigi susu, selain itu anak yang memiliki gigi tidak
rapi akan berdampak pada psikologisnya seperti malu berbicara sehingga mengganggu perkembangan aspek
lainnya.
Pola Tidur Bayi
Bayi menggunakan sepertiga harinya (16-17 jam sehari) untuk tidur yang terbagi ke dalam beberapa
periode. Hal ini yang menyebabkan periode bayi baru lahir disebut juga periode tidur. Bayi memiliki pola,
frekuensi dan lama tidur yang berbeda-beda. Pola tidur bayi juga dipengaruhi oleh aktivitas ketika masih berada
dalam kandungan. Berikut ini merupakan klasifikasi keadaan tidur bayi menurut Brown (Santrock, 2007):
a. Tidur nyenyak (deep sleep). Bayi tidur dengan mata tertutup, tidak bersuara, napas teratur, dan tidak merespon
terhadap rangsangan luar.
b. Tidur biasa (regular sleep). Bayi tidur dengan sedikit gerak. Pernapasan mungkin masih tidak teratur.
c. Tidur gelisah (disturbed sleep). Bayi tidur dengan banyak gerakan meskipun matanya tertutup. Bayi yang
tidur gelisah umumnya merasakan ketidaknyamanan seperti gerah, sakit, popok basah, digigit serangga, dll.
d. Mengantuk (drowsy). Keadaan ini merupakan kondisi awal sebelum bayi tidur dimana kelopak mata bayi
membuka dan menutup. Beberapa bayi bisa tidur dengan sendirinya dan beberapa harus dibantu oleh ibu atau
pengasuh untuk menidurkan seperti digendong, disusui atau diayun dalam kotak bayi.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

