Page 91 - combinepdf_Neat
P. 91
Kegiatan Belajar 2
Perkembangan Kognitif dan Bahasa
Perkembangan Kognitif
Meskipun secara fisik bayi usia 0-2 tahun masih memerlukan bantuan penuh dari orangtua maupun
pengasuh, perkembangan kognitif mereka mulai berkembang pesat. Teori perkembangan kognitif yang paling
populer untuk menjelaskan perkembangan kognitif manusia salah satunya adalah yang dipelopori oleh Jean
Piaget. Piaget merupakan tokoh yang memahami cara berpikir anak melalui eksperimen yang dilakukan pada
ketiga anaknya yaitu Laurent, Lucienne, dan Jacquiline.
Secara umum perkembangan kognitif menurut Piaget dibagi ke dalam empat tahap yaitu:
a. Tahap sensorimotor ( 0 -2 tahun ) b. Tahap pra-operasional ( 2 -7 tahun )
d. Tahap operasional formal ( 11 tahun ke atas ) c. Tahap operasional konkret ( 2 -7 tahun )
Piaget mengatakan bahwa ke empat tahap tersebut saling terkait satu sama lain dan harus dikuasai oleh
individu secara bertahap. Menurut tahap tersebut maka pada usia 0-2 tahun seorang anak sedang berada pada tahap
sensorimotor dalam perkembangan kognitifnya.
Tahap sensorimotor berarti bayi membentuk pemahaman tentang sekitarnya dengan mengoordinasikan
pengalaman-pengalaman sensoriknya seperti melihat, meraba, memegang, dan mendengar, dengan tindakan fisik
motoriknya (Soetjiningsih, 2012). Seperti yang telah disampaikan di Kegiatan Belajar sebelumnya bahwa pada
usia ini bayi baru memiliki gerak-gerak refleks atau spontan sehingga mereka belum mengenal bahasa simbol
ataupun belum dapat berbicara.
Tahap sensorimotor ini terbagi ke dalam enam periode, yaitu:
§ Periode 1: Refleks (0-1 bulan)
§ Periode 2: Kebiasaan (1-4 bulan)
§ Periode 3: Reproduksi kejadian yang menarik (4-8 bulan)
§ Periode 4: Koordinasi skemata (8-12 bulan)
§ Periode 5: Eksperimen (12-18 bulan)
§ Periode 6: Representasi (18-24 bulan)
Pada awal kelahirannya gerak bayi masih didominasi oleh gerak-gerak refleks seperti menghisap,
menggenggam, menoleh, terkejut, dll. Pada umur satu hingga empat bulan bayi mulai dapat mengoordinasikan
mata dengan suara. Bayi mulai memproduksi tindakan yang menarik atau menyenangkan baginya seperti
menggoyang-goyangkan mainan yang berbunyi. Saat umur delapan hingga 12 bulan bayi mulai menggunakan
sarana atau pengalaman untuk mengarahkan tindakannya seperti bayi mulai tertarik untuk menjatuhkan benda
berkali-kali karena orang lain akan membantu mengambilkan benda tersebut. Di usia 12-18 bulan bayi mampu
mencari pemecahan persoalan melalui eksperimen dan mengembangkan keingintahuan. Pada usia 18-24 tahun
anak mulai mampu menggambarkan objek dan kejadian dengan simbol seperti menggunakan bahasa atau gambar.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

