Page 92 - combinepdf_Neat
P. 92

Kegiatan Belajar 2
         Perkembangan Kognitif dan Bahasa





            Perkembangan Bahasa

               Bahasa merupakan sarana komunikasi untuk menyampaikan maupun menerima ide, pikiran dan perasaan
         kepada orang lain. Bahasa mencakup tulisan, ucapan, simbol, ekspresi wajah, isyarat maupun seni. Menurut
         Hurlock (1980) bayi usia 0-2 tahun mengalami empat tahap dalam perkembangan bicara. Penjelasannya adalah

         sebagai berikut:
               a.     Permulaan Bicara
                       Tangisan bayi merupakan suara pertama yang dihasilkan sebagai sarana komunikasi dengan orang
                  di  sekelilingnya. Tangisan  bayi  pada  umumnya  menunjukkan  ketidaknyaman  seperti  lapar,  popok

                  basah, dingin, gerah, ataupun terkejut. Saat usia 1-2 bulan bayi mulai memproduksi suara seperti “oo...”,
                  “goo..” yang dilakukan selama berinteraksi dengan pengasuhnya. Pada usia tiga bulan, bayi mulai
                  mengoceh sampai usia sembilan bulan termasuk menggabungkan kombinasi konsonan vokal seperti
                  “da... da...”, “ba..ba..”. Dan pada usia sepuluh bulan anak mulai bisa menirukan kata yang disebut

                  dengan echolalia.
               b.   Kalimat Satu Kata (Pralingual)
                       Pada usia 10-15 bulan anak mulai dapat mengucapkan kata-kata pertama. Kata tersebut umumnya
                  meliputi orang-orang terdekat seperti ibu, ayah, papa, dan mama. Atau benda-benda yang sering dilihat

                  oleh anak seperti istilah “pus..”
               c.     Kalimat Dua Kata (Lingua Awal)
                         Sekitar  usia  18-24  bulan  anak  mulai  mengeluarkan  kalimat  dua  kata  yang  pertama. Anak
                  mempunyai  kesempatan  lebih  luas  untuk  menyampaikan  maksudnya  meskipun  dengan  kata-kata

                  terbatas. Anak  pada  usia  ini  menggunakan  kata-kata  pivot  dan  kata-kata  terbuka.  Kata-kata  pivot
                  merupakan penggalan kata yang sama namun dapat mempunyai makna yang berbeda-beda dalam
                  kombinasi dengan kata terbuka yang berlainan. Contohnya, “gi mama” yang artinya ingin pergi dengan
                  mama, sementara “gi mobil” yang artinya mobilnya baru saja pergi. Kalimat seperi ini bersifat telegrafis

                  karena menghilangkan banyak bagian gramatikal dan sangat ringkas.
               d.    Kalimat Tiga Kata (Periode Differensiasi)
                         Periode ini terjadi saat anak berusia 24-30 bulan. Anak memiliki keterampilan berbahasa lebih
                  baik dengan kosakata yang lebih banyak dan variatif. Peralihan dari kalimat sederhana menjadi kalimat

                  kompleks diawali antara usia 2-3 tahun dan berlanjut hingga sekolah dasar.























          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97