Page 79 - combinepdf_Neat
P. 79
Kegiatan Belajar 1
Perkembangan Masa Prenatal
Stimulasi Perkembangan Masa Prenatal
Meskipun masih berbentuk janin stimulasi dapat dilakukan. Hal ini dilakukan terutama untuk menjalin
ikatan antara janin dengan calon ibu ataupun ayah. Janin dapat mendengar dan merasakan kondisi di luar
kandungan sehingga interaksi antara calon bayi dan orangtua bisa mulai dijalin bahkan sejak bayi belum hadir
secara fisik di tengah keluarga. Adapapun stimulasi yang dapat diberikan pada janin seperti:
Mengajak janin bercakap - cakap
Indera pertama yang berfungsi pada janin adalah telinga sehingga hal ini
memungkinkan janin dapat mendengar suara di luar kandungan. Meskipun
belum bisa merespon dengan suara, janin bisa diajak bercakap-cakap untuk
menunjukkan afeksi dan menunjukkan penerimaan atas kehadiran janin tersebut.
Ibu dapat mengatakan pada janin tentang aktivitas yang dilakukan saat itu. Ikatan
yang dijalin sejak masa pranatal akan membantu dalam kekuatan ikatan antara
anak dan orangtua saat janin terlahir di dunia.
Memperdengarkan musik atau bacaan Al-Qur’
Memperdengarkan musik atau bacaan Al Quran dapat membantu
menciptakan kondisi relaks pada ibu hamil. Kondisi relaks tersebut berarti stress
yang dialami ibu berkurang. Hal ini berdampak pada janin yang juga bisa
merasakan kondisi ibu yang mengandungnya. Apabila ibu berada dalam kondisi
tertekan akan diproduksi hormon adrenalin yang dapat mempersempit saluran
darah ke janin hingga pasokan oksigen ke janin berkurang. Dengan
mendengarkan musik atau bacaan Al Quran kondisi seperti itu dapat dicegah.
Selain itu dengan memberi stimulasi musik atau bacaan Al Quran menurut dapat
membuat janin tenang dan terbiasa dengan lingkungan calon tempat ia tinggal.
Memberikan respon saat bayi menendang
Memberikan respon kepada janin seperti mengelus perut saat janin
menendang merupakan bentuk interaksi antara ibu dan janin. Memberi respon
berarti menganggap keberadaan janin. Mengelus perut sebagai respon pada
tendangan bayi menjadi bentuk komunikasi yang dilakukan antara ibu dan janin.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

