Page 26 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 26

CATATAN PENDAHULUAN





                  Hanya sedikit  yang bisa dicatat. Seperti misalnya  TAP
            MPRS  No.  VI/1965,  yang  mencoba  mengintergrasikan  proyek
            Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB) dengan
            sistem perkoperasian melalui UU No. 14/1965—justru menjadi
            etatisme. Faktor politik telah mempersulit proyek ini, bahkan sejak
            Pemerintah Orde Lama mengeluarkan PP No. 60/1959 mengenai
            Gerakan Koperasi sebagai pengganti dari UU No. 79/1958 tentang
            Perkumpulan Koperasi.
                  Bung Karno waktu itu memang memberi perhatian khusus
            kepada koperasi walaupun iklim politik tidak cukup mendukung.
            Itu sebabnya meski dari luar pemerintahan Bung Hatta
            mendukung penuh konsep Ekonomi Terpimpin dalam Demokrasi
            Terpimpin  yang sedang dibangun Bung Karno  waktu itu.  17
            Bung Karno berusaha semaksimal mungkin menginstitusionalisasi
            koperasi sebagai elemen penting ekonomi nasional. Sehingga
            pada Musyawarah Nasional Koperasi II di Jakarta sekitar Agustus
            1965, Bung Karno diangkat sebagai “Bapak Koperasi, Pemimpin
            Tertinggi Gerakan Koperasi Indonesia dan Revolusi”. Saat itu, Bung
            Karno juga menyandang gelar sebagai “Presiden Seumur Hidup”,
            gelar yang sejak awal ditolaknya. Segala label itu kemudian dengan
            begitu mudahnya diringkus sebagai simbol otoriter tanpa melihat
            persoalan sebenarnya. Lebih mudah memang meringkusnya
            sebagai pemimpin yang gagal membangun ekonomi.
                  Bung Karno memang gagal.  Tetapi tidak semua analisis
            yang meringkusnya benar-benar obyektif. Studi disertasi  Jan
            Luiten van Zanden dan Daan Marks yang kemudian dibukukan
            menulis, bahwa periode kegagalan membentang antara tahun

            17  Fadli Zon, op cit.., hlm. 176-179.


                                       xxv
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31