Page 28 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 28
CATATAN PENDAHULUAN
banyak mengkonsentrasikan programnya pada
mengubah ekonomi Belanda menjadi ekonomi
Indonesia. dan salah satu tindakan yang paling
terkenal adalah “gunting Syafruddin”, yaitu uang
Gulden Java Bank digunting dan dinilai separoh.
Antara tahun 1949-1959, terjadi 7 kali
pergantian kabinet (rata-rata berumur 14 bulan),
sehingga cukup sulit menilai program ekonomi
apa yang telah dikembangkan. Namun jelas bahwa
selama tahun-tahun pertama kemerdekaan, misi
setiap kabinet adalah perwujudan ekonomi nasional
Indonesia yang tangguh. Dan perbedaan dalam
pelaksanaannya adalah dalam hal cara yang terbaik
untuk mewujudkannya. Peristiwa politik dan ekonomi
yang amat penting dan mewarnai sistem ekonomi
nasional selanjutnya…adalah pengambilalihan
perusahaan-perusahaan milik Belanda pada tahun-
tahun 1957-1958, yang jatuh bersamaan dengan
pemberontakan PRRI-Permesta di Sumatera dan
Sulawesi.
Kedua peristiwa militer ini mendorong proses
sentralisasi politik dan ekonomi di segala bidang,
dan selanjutnya memuncak pada periode 7 tahun
berikutnya yaitu periode ekonomi dan demokrasi
terpimpin, dan sosialisme ala Indonesia (1959-66).
20
20 Memang, tahun 1959 menjadi awal, yang di tahun-tahun berikutnya segera terlihat
penyimpangan-penyimpangan sebagai akibat dari sentralisasi politik-ekonomi, dan politik-
militer. Ekonomi terpimpin yang pada mulanya didukung oleh Hatta, lalu berubah menjadi
ekonomi komando yang etatistik, yang kemudian ditolak oleh Hatta. Hubungan yang mulai
retak secara politik, dan kebencian para kapital/kartel terhadap kepemimpinan Soekarno,
akhirnya menemukan momennya di tahun 1965. Segala kebijakan politik-perekonomian
yang dirintis menjadi sia-sia. Para analis sering mengakrabi kejatuhan ini sekadar kepada
bergesernya bandul dari “kiri” ke “kanan”, tetapi, kami kira, persoalan sebenarnya adalah para
xxvii

