Page 30 - BUKU PERDEBATAN PASAL 33 DALAM SIDANG AMANDEMEN UUD 1945
P. 30

CATATAN PENDAHULUAN





                  Orde Baru memasuki periode awal pemerintahannya dalam
            keadaan infrastruktur perekonomian negara yang ambruk, tetapi
            infrastruktur kekuasaan (khususnya militer)  berfungsi  dengan
            baik. Orde Baru segera “membanting setir” ekonomi ke arah
            kebijakan ekonomi yang tadinya “komando” menjadi “bebas”, dari
            “tertutup” menjadi “terbuka”, khususnya bagi modal asing. Namun
            sepertinya persis di situ persoalannya. Mubyarto mencatat: 24

                        Ekonomi Orde Baru yang berjalan “mulus”
                  dengan pertumbuhan ekonomi 7% per tahun (1966-
                  1974), mendapatkan tambahan dorongan dari rezeki
                  nomplok sebagai akibat kenaikan harga minyak
                  yang  luar biasa  pada  tahun 1973/74  dan 1979/80.
                  Pertumbuhan ekonomi yang sudah tinggi itu menjadi
                  lebih tinggi lagi pada periode 7 tahun berikutnya
                  (1973-1980) yaitu menjadi 7,5%...rezeki nomplok ini
                  nampaknya membuat bangsa Indonesia menjadi
                  manja, sehingga kehidupannya menjadi boros
                  dan mewah. Nilai ekspor yang meningkat pesat
                  yaitu dengan 6,8% per tahun diikuti oleh kenaikan
                  nilai impor  yang  jauh  lebih  cepat  yaitu  16,6%  per
                  tahun, sehingga kebutuhan akan modal asing tidak
                  berkurang, tetapi justru semakin meningkat dari
                  tahun ke tahun.
                        Demikian ekonomi Indonesia yang dimanja
                  oleh rezeki nomplok minyak telah memberikan

               No. 8/1986, Tahun XV. Hlm. 13. Baca juga Prisma, No. 12 Desember 1980 Tahun IX. Edisi ini
               memuat tulisan yang mencoba menelisik peranan militer di Indonesia. di antaranya ditulis
               oleh Taufik Abdullah, T.B. Simatupang, Onghokham, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, dan lain-lain.
               Lihat juga Analisa Kekuatan Politik di Indonesia, Pilihan Artikel Prisma, Jakarta: LP3ES, 1985.
            24  Mubyarto, Ekonomi Pancasila.., op cit.., hlm. 156.


                                       xxix
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35