Page 260 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 260

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN

                   Program BSPS
                      Melalui berbagai program,  setiap tahun  Kementerian Pekerja Umum
                   dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) menganggarkan dana triliunan
                   rupiah dari  APBN untuk program  perbaikan infrastruktur permukiman.
                   Satu  diantaranya melalui   Bantuan  Stimulan  Perumahan  Swadaya (BSPS)
                   atau dikenal juga program Bedah Rumah. Program ini merupakan bantuan
                   untuk  mendorong dan  meningkatkan keswadayaan peningkatan kualitas
                   bagi masyarakat berpenghasilan rendah rumah, beserta prasarana, sarana
                   dan utilitas umum.
                      Program BSPS dilaksanakan Kementerian PUPR  di  seluruh wilayah
                   Indonesia.   Adapun  jumlah bantuan untuk setiap unit rumah adalah
                   sebesar Rp 20 juta. Dana tersebut diterima masyarakat dalam bentuk bahan
                   bangunan senilai Rp 17,5 juta dan sisanya Rp 2,5 juta untuk upah tukang.
                      Pada  2021, melalui  Direktorat Jenderal Perumahan   pemerintah
                   mengalokasikan Rp  4,7 triliun  untuk  mendorong program BSPS. Dana ini
                   disalurkan untuk  kegiatan bedah  rumah  yang tidak layak huni  sebanyak
                   220.000 unit di seluruh Indonesia. Kegiatan pembangunan rumah swadaya
                   ini setidaknya juga telah menyerap sekitar 244.170 orang tenaga kerja.
                      “Program BSPS  cukup  berhasil, tidak  hanya untuk sarana penataan
                   lingkungan dan peningkatan kualitas hidup rakyat, tapi juga cukup besar
                   dampaknya terhadap  penambahan  lapangan kerja,” kata Rachmat Gobel
                   saat meninjau realisasi renovasi salah satu warga yang ikut program BSPS di
                   Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara.
                      Selaku anggota legislatif dari Gorontalo, Rachmat Gobel selalu
                   mengagendakan kegiatan resesnya untuk mengunjungi pelaksanaan BSPS
                   di  berbagai  desa di  provinsi  ini.  Menjadi  salah  satu  perhatian  utamanya,
                   karena masih  banyak  rakyat Gorontalo yang  belum  mempunyai  akses
                   terhadap rumah layak huni.
                      Menurut data BPS Gorontalo, dari sisi kriteria rumah layak huni  yaitu
                   akses terhadap sanitasi yang layak, masih banyak rumah tangga yang belum
                   bisa memenuhi. Secara rata-rata baru sekitar 75% rumah tangga di provinsi
                   Gorontalo yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak. Belum
                   lagi kalau dilihat dari kriteria lainnya, terhadap air minum  dan rata-rata
                   luas rumah, bisa dipastikan semakin banyak rumah tangga di provinsi ini
                   yang menempati rumah tidak layak huni.
                      Sejak  dari  awal  terpilih  sebagai  anggota  DPR  RI  dari  Gorontalo  pada
                   2019 lalu,  Rachmat Gobel sudah  memperjuangkan  agar alokasi program
                   BSPS untuk provinsi ini bisa lebih besar. Pada 2020, ia berhasil mendorong
                   Kementerian PUPR untuk meningkatkan jumlah  peserta  BSPS sehingga


                                                      242
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265