Page 256 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 256
KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN
Penataan Lingkungan
Untuk Membangun
Hidup Yang Lebih
Berkualitas
etiap orang berhak untuk mempunyai tempat tinggal yang layak
dan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Ini merupakan amanah
UUD 1945 seperti tertuang dalam pasal 28H. Pencapaian standar
Stempat tinggal yang layak juga merupakan salah satu elemen dasar
dalam menentukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indeks ini menjadi
indikator untuk mengukur capaian pembangunan baik fisik maupun
nonfisik.
Hakekat dari rumah layak huni adalah rumah yang menjamin keamanan
dan ketenangan atau kenyamanan bagi penghuninya, khususnya terhadap
kondisi sekitar (alam dan lingkungan). Sejak 2019, pemerintah mendefinisikan
bahwa tempat tinggal yang layak atau rumah layak huni harus memenuhi
kriteria; (1) kecukupan luas yaitu minimal 7,2 m2 per kapita; (2) memiliki
akses terhadap air minum layak; (3) memilik akses terhadap sanitasi layak;
(4) ketahanan bangunan yang memadai.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga yang
mempunyai akses terhadap rumah layak huni masih terbatas, baru sekitar
60,9%. Artinya, hampir 40% penduduk di Indonesia masih menempati
rumah tidak layak huni (RTLH). Mereka tinggal di rumah yang kondisi
belum memberi jaminan rasa aman dan nyaman penghuninya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024,
Pemerintah telah menetapkan target pembangunan perumahan nasional
yaitu 70% rumah tangga dapat menempati hunian layak, baik melalui
bantuan pemerintah maupun non-pemerintah. Dan menurut data
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, masih ada 14 juta keluarga
(KK) dari total 70 juta keluarga Indonesia yang tinggal di rumah tidak layak
huni (RTLH) yang tersebar di berbagai daerah perkotaan maupun pedesaan.
238

