Page 257 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 257

KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
                    Persentase Rumah Tangga Yang Memiliki Akses
                    Terhadap Hunian Layak Huni


                           Lokasi            2019               2020              2021
                         Perkotaan           61,09             63,24             64,65
                         Perdesaan           50,67             54,82             55,95
                         Kota + Desa         56,51             59,54              60,9

                    Sumber: BPS


                       Rumah tidak layak huni mempunyai dampak langsung dan tidak langsung,
                    baik  secara fisik atau nonfisik kepada penghuni. Dampak fisik,  penghuni
                    RTLH tidak terlindung secara penuh dari berbagai risiko seperti panas dan
                    hujan serta bahaya roboh karena kontruksi atau kondisi lahan yang tidak
                    memadai. Secara fisik, penghuni RLTH juga rawan terhadap risiko kesehatan
                    dan ancaman bencana. Kondisi ini akan berdampak terhadap aspek non-
                    fisik seperti kecemasan yang berkepanjangan.
                       RTLH  yang disebabkan  faktor kurangnya  kecukupan  luas  ruang
                    (sempit) akan berdampak  pada  pertumbuhan kejiwaan anak-anak. Selain
                    mengurangi keleluasaan bergerak bagi orang dewasa dan secara nonfisik
                    membuat penghuni tidak betah tinggal didalam rumah sehingga saat remaja
                    anak-anak menjadi lebih senang keluyuran atau banyak di jalanan.
                       Dampak  fisik  rumah  tidak  layak  huni  karena  kurang  pencahayaan
                    dan  penghawaan    juga  berdampak  buruk  terhadap  kesehatan,  mudah
                    sakit, mudah lelah dan tidak produktif dan dampak nonfisiknya membuat
                    penghuni  kurang, bahkan  tidak  betah tinggal di dalam rumah. Dampak
                    kesehatan  juga  ada  dirasakan  penghuni  rumah  yang  tidak  mempunyai
                    sistem limbah yang tidak mendukung serta tidak mempunyai ketersediaan
                    air bersih yang cukup.
                       “Kondisi hunian atau tempat tinggal sangat berpengaruh terhadap kualitas
                    hidup.  Penghuninya  menjadi  kurang    produktif  dan    dampak  ikutannya
                    mereka berpotensi besar terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan yang
                    menerus.  Dan, konstitusi mengamanatkan bahwa setiap warga negara
                    berhak untuk mendapatkan  hunian yang layak,” kata Wakil Ketua DPR RI/
                    Korinbang Rachmat Gobel.
                       Dalam rangka menjalankan amanah konstitusi itulah, penataan
                    lingkungan pemukiman menjadi salah satu prioritas utama Rachmat Gobel
                    dalam  menjalankan tanggung jawabnya sebagai anggota legislatif, baik
                    melalui fungsi legislasi, anggaran maupun pengawasan.


                                                       239
   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262