Page 284 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 284

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN


                   diharapkan  dapat menjadi  daya pikat sendiri untuk Gorontalo. “Sebagi
                   pemural memang kami  diminta oleh Pak Rachmat Gobel untuk membuat
                   ini di Gorontalo dengan bekerja sama Kementerian PUPR. Kita harapkan ini
                   menjadi daya pikat sendiri untuk Gorontalo” katanya.
                      Diakui oleh Safril Rahman yang menjadi pengunjung Kampung Mural di
                   Kelurahan  Dembe  Satu,  seni  mural  yang  ditampilkan  harus  terlihat  unik.
                   “Memasuki  kelurahan  ini  mata  kita  mulai  dimanjakan  dengan  gambar
                   mural berwarna-warni dengan aneka macam gambar. Gambar keren, mulai
                   dari gambar hewan, tumbuhan hingga mural yang berbentuk abstrak bisa
                   dijadikan latar foto,” kata Safril Rahman seperti dikutip Liputan6.com.
                      Kini mural dan graffiti menjadi ikon baru di Gorontalo, termasuk di taman
                   budaya Limboto. Gambar atau lukisan di atas media dinding, tembok atau
                   permukaan luas yang bersifat permanen ini akan menghiasi taman budaya
                   Limboto, Kabupaten Gorontalo.
                      Di sektor pariwisata, seni mural memang menjadi salah satu tren untuk
                   menarik wisatawan global. Seni ini  termasuk  dalam kelompok  destinasi
                   heritage. Melalui karyanya, seniman mural mengungkapkan sesuatu tentang
                   politik, warisan dan identitas lokasi yang dikunjungi.
                      Di dunia internasional, seni mural berkembang dan bertransisi sebagai
                   instrumen politik, warisan, dan  identitas. Mengeksplorasi berbagai  pesan
                   sehingga mural lebih dari sekadar atraksi wisata atau aspek kebetulan dari
                   budaya material pariwisata.
                      Dalam rangka pengembangan pariwisata berbasis budaya, Rachmat Gobel
                   juga sangat ingin mempromosikan salah satu kerajinan tradisional Gorontalo
                   yaitu sulaman Karawo. Saat berkunjung ke salah satu pengrajin Karawo Agus
                   Lahinta, Rachmat Gobel mengatakan, perlu ada upaya menyemangati pelaku
                   UKM yang bergerak di bidang usaha kerajinan khas Gorontalo ini.
                      Melihat perjalanan Agus Lahinta yang pernah menampilkan  fashion
                   Karawo di  New  York  Fashion  Week,  Rachmat Gobel  yakin,  seni sulaman
                   ini  tidak  hanya bisa  dikembangkan  sebagai produk  fashion, juga  sebagai
                   obyek wisata. Ia sangat mendukung  langkah Agus Lahinta membuka
                   pelatihan desain sulaman Karawo. Sambil melihat koleksi yang dipajang dan
                   berbelanja, pengunjung dan pelanggan Rumah Karawo juga dapat melihat
                   dan mempelajari rangkaian pembuatan Karawo. Mulai dari penerapan pola,
                   pengirisan pola hingga menjahit kembali pola yang sudah dibuat di atas kain.
                      Untuk wisata, Rumah Karawo yang dikembangkan Agus juga menampilkan
                   sejarah dan  perkembangan  karawo. “Jadi  selain berbelanja,  pengunjung
                   Rumah Karawo juga dapat belajar dan berwisata sejarah karawo,” katanya.
                   (*)


                                                      266
   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289