Page 279 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 279

KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL

                    merupakan saksi sejarah dari perjuangan masyarakat Gorontalo saat itu
                    ketika berperang melawan Portugis.
                       Portugis datang ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah. Mula-
                    mula mereka merebut pelabuhan  strategis di Malaka. Portugis kemudian
                    melanjutkan pelayaran untuk menemukan kepulauan rempah-rempah.
                    Sebagian sampai ke wilayah Ternate. Sebagian lagi tersesat tapi menemukan
                    jalur perdagangan rempah di kawasan timur antara Maluku dan Sulawesi.
                       Semula,  kedatangan  Portugis  memperoleh  sambutan  baik.  Kerjasama
                    perdagangan pun tercipta. Tapi ketika Portugis ingin memonopoli, serangan
                    dilancarkan  kerajaan-kerajaan  lokal. Portugis  terusir  dari  Ternate,  lalu
                    mencoba mencari tempat berlindung  di  Kerajaan Limboto,  salah  satu
                    kerajaan dari konfederasi Lima Pahalaa (Lima Kerajaan) bersama Gorontalo,
                    Boalemo, Atinggola, dan Bone yang akhirnya menjadi Kerajaan Gorontalo
                    di Sulawesi Utara. Atas kesepakatan dan izin dari raja Limboto, mereka
                    mendirikan tiga benteng pertahanan.
                       Hubungan  Portugis dan Limboto tak berlangsung lama. Kerajaan
                    Limboto menilai Portugis melanggar kedudukan dan adat-istiadat Gorontalo.
                    Maka, Limboto menjalin kerjasama dengan Ternate. Portugis akhirnya
                    meninggalkan  Sulawesi. Benteng  pertahanannya  digunakan  oleh  Limboto
                    dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.
                       Menurut Rachmat Gobel, jika dilengkapi taman kawasan Benteng Otanaha
                    ini akan semakin menarik banyak pengunjung dan ini bisa menjadi salah satu
                    sentra ekonomi bagi rakyat Gorontalo. Kepada Pemkot Gorontalo Rachmat
                    Gobel telah menyampaikan  ide ini dan mendapat dukungan.  Sebelumnya
                    Rachmat Gobel juga telah berhasil mengembangkan kawasan wisata Danau
                    Limboto yang semulanya terbengkalai, kini telah hidup kembali.
                       Di kawasan danau Limboto, Rachmat Gobel merenovasi menara setinggi
                    65 meter dengan disain mirip Eiffel yang ada di Paris. Dihiasi berbagai lampu
                    warna warni, menara yang diberi nama Menara  Keagungan ini, menjadi
                    sangat menarik pada malam hari  sehingga banyak dikunjungi dan menjadi
                    salah satu sentral bagi usaha mikro dan kecil.

                    Kampung Mural dan Wisata Heritage
                       Mural kini menjadi trend di Gorontalo setelah  tim Ruang Gambar  (RG)
                    Mural For Gorontalo berhasil mempopulerkan seni ini lewat aksi mewarnai
                    dan menggambar rumah hasil renovasi program BSPS. Koordinator RG Mural
                    For Gorontalo, Gannet Garna Putra mengatakan, program ini merupakan
                    inisiasi Rachmat Gobel yang menginginkan Provinsi Gorontalo lebih
                    berwarna dan dapat menggaet wisatawan untuk berkunjung ke Gorontalo.


                                                       261
   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284