Page 278 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 278

KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN


                   standarisasi dan sertifikasi usaha.  Berikutnya, komponen yang diperlukan
                   adalah promosi yang sering kali disebut  dengan BAS yaitu  branding,
                   advertising, dan selling.
                      Sebagai dukungan  terhadap kemajuan sektor pariwisata Gorontalo,
                   Rachmat Gobel antara lain telah memperjuangkan pembangunan  akses
                   jalan ke destinasi pantai yang berlokasi di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan
                   Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Kawasan ini cukup menarik sebagai destinasi
                   wisata, namun karena ketiadaan akses menjadi tidak berkembang.
                      Seperti diakui Wakil Walikota Gorontalo, Ryan Kono, atas perjuangan
                   Rachmat Gobel melalui program Kotaku dari Kementerian PUPR, akses ke
                   pantai di kawasan Leato Utara sudah bisa dibangun sehingga kini menjadi
                   destinasi wisata Tamendao Beach.
                      “Terima kasih atas dukungan  Pak Rachmat Gobel sehingga akses ke
                   kawasan pantai  ini  telah  tersedia,” kata  Ryan  Kono saat mendampingi
                   Rachmat Gobel meresmikan obyek wisata yang kini diberi nama Tamendao
                   Beach.
                      Kepada penduduk sekitar yang umumnya adalah nelayan, Rachmat Gobel
                   berpesan agar menjaga kebersihan areal pantai karena ini menjadi  salah
                   satu  faktor keberhasilan Tamendao ke depan. “Insya Allah jika  keasrian
                   pantai terjaga, pengunjung akan berdatangan dan ini akan mendatangkan
                   aktivitas ekonomi yang bisa dinikmati warga sekitar,” katanya.
                      Kepada  Pemkot  Gorontalo,  Rachmat  Gobel  juga  telah  menyampaikan
                   rencananya untuk mendukung pengembangan salah satu destinasi wisata
                   yang berjarak sekitar 8 km dari pusat kota yaitu benteng peninggalan
                   Portugis yaitu kawasan Benteng Otanaha.
                      Benteng ini awalnya dibuat sebagai benteng pertahanan dari serangan
                   musuh. Di kawasan Benteng Otanaha yang terletak di Kelurahan Dembe I,
                   Kecamatan Kota Barat, terdapat tiga benteng yaitu Benteng Otanaha sendiri,
                   kemudian Benteng Otahiya dan Benteng Ulupahu.
                      Selain sebagai obyek wisata sejarah, kawasan Benteng Otanaha yang
                   berada di lokasi ketinggian juga menawarkan spot-spot yang bagus untuk
                   pengunjung. Pemandangan ke arah Danau Limboto menjadi  salah satu
                   atraksi bagi pengunjung.
                      Aksi  menarik lainnya  adalah,  untuk  mencapai  benteng Otanaha
                   pengunjung harus mendaki 351 anak tangga. Untuk sampai ke puncak bukit
                   tempat benteng, pengunjung akan melewati  empat pos yang bisa digunakan
                   sebagai tempat peristirahatan untuk rehat menghirup udara segar.
                      Berbagai  sumber  menyebutkan,  kawasan  benteng ini  dibangun  tahun
                   1522. Ketiga  benteng di  kawasan ini  dibangun  oleh Portugis. Benteng ini


                                                      260
   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283