Page 277 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 277
KIPRAH TAHUN KEDUA WAKIL KETUA DPR/KORINBANG DR. (H.C.) RACHMAT GOBEL
juta perjalanan pada 2015 menjadi 722,2 juta perjalanan pada 2019, dan
akibat Covid-19 turun menjadi 518,6 juta perjalanan pada 2020.
Angka-angka tersebut memberi gambaran, potensi pertumbuhan sektor
pariwisata nasional sangat besar. Pemerintah memproyeksikan, dalam
5 tahun-10 tahun mendatang, kontribusi sektor ini terhadap PDB bisa
mencapai 12%.
Untuk provinsi Gorontalo, pertumbuhan sektor pariwisata juga cukup
tinggi. Dalam rentang waktu 2015-2019, jumlah wisatawan nusantara naik
lebih dari 3 kali lipat dari sekitar 829 ribu perjalanan menjadi 2,589 juta
perjalanan.
“Dengan ragam destinasi serta keunikan berbagai obyek wisata yang bisa
dikembangkan, pariwisata akan menjadi sektor yang sangat strategis untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat Gorontalo,” kata Rachmat Gobel.
Pariwisata dikenal sebagai sektor ekonomi yang mempunyai efek ganda
atau multiplier effect yang tinggi. Tidak hanya mampu menghasilkan
pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam penyediaan lapangan kerja,
peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor
produktivitas lainnya seperti mendorong pertumbuhan di sektor industri
primer dan sekunder.
Menurut Rachmat Gobel, dalam kunjungan kerjanya bersama delegasi
DPR RI ke Turki, negara ini berhasil menjadikan sektor pariwisatanya
sebagai lokomotif dalam mendorong pertumbuhan sektor industri, terutama
pada produk halal. Negara ini sekarang dikenal sebagai salah satu produsen
produk halal terbesar di dunia.
“Salah satu keberhasilan Turki menjadikan industri produk halal mereka
menjadi unggulan antara lain karena didukung oleh sektor pariwisata,” kata
Rachmat Gobel.
Dukungan Sarana Publik
Salah satu komponen utama untuk bisa mendorong percepatan
pertumbuhan sektor pariwisata adalah dukungan sarana publik untuk
meningkatkan aksesibilitas destinasi atau obyek wisata. Banyak destinasi
wisata yang menarik, namun tidak bisa berkembang karena aksesibilitas
terutama jaringan jalan tidak mendukung
Sektor ini juga memerlukan dukungan kelembagaan yang berfokus pada
peningkatan SDM, kesadaran masyarakat, dan industri. Kesadaran dan
kewirausahaan masyarakat terhadap potensi pariwisata perlu ditingkatkan
melalui pelatihan dan sertifikasi. Semua itu menyangkut profesionalitas
manajemen pengelolaan, karena itu pariwisata juga harus didukung
259

