Page 23 - MAJALAH 221
P. 23

LEGISL ASI






                  Menteri Hukum dan HAM Yasonna
                  Laoly, Jaksa Agung ST Burhanuddin,
                  dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit    Saya tegaskan
                  Prabowo.                             bahwa ketika ada

                  Kepentingan Bangsa                   yang meragukan
                     Setelah pemerintah mengirimkan    komitmen DPR untuk
                  draf RUU Perampasan Aset kepada      tidak membahas
                  DPR, Anggota Komisi III Supriansa    RUU Perampasan
                  mengatakan, DPR berkomitmen
                  penuh untuk membahas RUU             Aset, maka jangan
                  tersebut dengan penuh kehati-        ragukan komitmen.
                  hatian. “Saya tegaskan bahwa         DPR berpikir untuk
                  ketika ada yang meragukan
                  komitmen DPR untuk tidak             kepentingan bangsa,
                  membahas RUU Perampasan Aset,        kepentingan negara,
                  maka jangan ragukan komitmen.        demi kemakmuran
                  DPR berpikir untuk kepentingan
                  bangsa, kepentingan negara, demi     Rakyat Indonesia
                  kemakmuran Rakyat Indonesia,”
                  tandasnya.                       FOTO: JAKA/NR  Supriansa
                     Terhadap pembahasan RUU           Anggota Komisi III  DPR RI
                  tersebut, Komisi III juga berkomitmen
                  membahasnya dengan sedetail
                  mungkin. Sehingga isinya tidak    meminta kepada semua pihak dan   sesingkat-singkatnya, mudah-
                  bertabrakan dengan undang-undang   masyarakat untuk memberikan     mudahan tidak ada kendala,” harap
                  yang sudah ada. “Kita membuatnya   dukungan dan doa agar pembahasan   legislator dapil Sulawesi Selatan II ini.
                  penuh dalam kehati-hatian, supaya   RUU ini bisa diselesaikan dengan   Senada dengan Supriansa,
                  tidak bertabrakan dengan UU       baik. “Saya minta kepada semua pihak   Anggota Komisi III Wihadi
                  eksisting sekarang ini, kita tidak bisa   dan masyarakat untuk mendoakan   mengatakan, RUU Perampasan Aset
                  melahirkan UU yang bertabrakan    bahwa apa yang menjadi usulan    membutuhkan masukan dari para
                  dengan UU yang lain, jelasnya.    pemerintah, RUU Perampasan Aset,   ahli dan masyarakat. “Karena kita
                     Oleh sebab itu, Supriansa      bisa kita selesaikan dalam tempo   melihat bahwa ini undang-undang
                                                                                     yang memang memerlukan banyak
                                                                                     masukan dari para ahli dan berbagai
                                                                                     pihak, karena ini menyangkut hal
                                                                                     yang baru,” jelas politisi Fraksi Partai
                                                                                     Gerindra ini.
                                                    Karena kita melihat                 Untuk itu, pihaknya akan
                                                    bahwa ini undang-                mendengarkan masukan dari para
                                                                                     ahli serta berbagai pihak lainnya
                                                    undang yang                      untuk mempelajari dan membahas
                                                    memang memerlukan                draf RUU tersebut beserta naskah
                                                    banyak masukan dari              akademiknya. Pembahasan RUU ini
                                                                                     akan menempuh mekanisme mulai
                                                    para ahli dan berbagai           dari rapat pimpinan (Rapim) yang
                                                    pihak, karena ini                diikuti Ketua DPR beserta wakilnya,
                                                    menyangkut hal yang              kemudian dilanjutkan rapat pengganti
                                                                                     musyawarah di Bamus. Ada juga
                                                    baru                             pembuatan Daftar Inventaris Masalah
                                                                                     (DIM) yang cukup memakan waktu.
                                                                                  FOTO: JAKA/NR
                                                    Wihadi                               bia/mh
                                                    Anggota Komisi III  DPR RI



                                                                                TH. 2023      EDISI 221     PARLEMENTARIA        23
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28