Page 41 - Stabilitas Edisi 211 Tahun 2025
P. 41
tantangan yang perlu diselesaikan.
Tantangan itu di antaranya adalah
penerapan aturan IFRS 17 dan potensi
lonjakan klaim asuransi kesehatan yang
sampai sekarang menjadi tekanan besar
untuk dihadapi.
Ketua Asosiasi Asuransi Umum
Indonesia (AAUI) Budi Herawan cukup
percaya diri industri asuransi umum di
Tanah Air bakal terus bertumbuh bahkan
signifikan di 2025. Optimisme itu
dilandasi oleh besarnya kue bisnis yang
ada dalam perekonomian Indonesia yang
bisa direngkuh pelaku asuransi.
Pasar asuransi umum Indonesia
terbilang sangat kompetitif karena
adanya keterlibatan sejumlah besar
perusahaan asuransi domestik dan asing
yang melakukan operasional di Tanah
Air. Persaingan yang muncul tentunya
akan membuat harga yang bisa diterima
oleh konsumen makin terjangkau. Situasi Persaingan yang muncul tentunya akan
itu, di sisi lain, tentu meningkatkan
tekanan terhadap industri asuransi agar membuat harga yang bisa diterima oleh
memberikan produk yang komprehensif konsumen makin terjangkau. Situasi
dan layanan asuransi. itu, di sisi lain, tentu meningkatkan
Terkait jumlah populasi itu, Budi
menilai, asuransi mikro menjadi produk tekanan terhadap industri asuransi agar
yang sangat populer yang ditujukan memberikan produk yang komprehensif.
bagi individu berpenghasilan rendah
dan populasi muda. Pasalnya, produk
asuransi mikro dirancang untuk Budi Herawan,
memberikan perlindungan yang cukup Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)
terjangkau untuk asuransi kesehatan,
jiwa, ritel, kebakaran, hingga asuransi
properti.
Budi yang juga Direktur Utama Rp922,48 triliun atau naik 3,81 persen dan 329,89 persen atau masih berada di
Asuransi Candi Utama, menyebut yoy. Kinerja asuransi komersil berupa atas threshold sebesar 120 persen.
kondisi itu menjadi karpet merah bagi akumulasi pendapatan premi mencapai
pelaku perasuransian. Sebab hal tersebut Rp245,42 triliun, atau naik 5,77 persen Tantangan Nyata
memicu asuransi dapat diakses oleh yoy, yang terdiri dari premi asuransi jiwa Meski demikian, AAUI tidak
populasi yang lebih luas yang tentunya yang tumbuh sebesar 2,73 persen yoy menafikan beberapa tantangan yang
melalui kolaborasi teknologi dan usaha dengan nilai sebesar Rp135,64 triliun, bakal menghadang industri asuransi
lebih personal terhadap produk tapi dan premi asuransi umum dan reasuransi umum di 2025. Dari sisi dukungan
mengurangi interaksi tatap muka. tumbuh 9,78 persen yoy dengan nilai permodalan, misalnya. Walau terpantau
Mengutip data Otoritas Jasa sebesar Rp109,78 triliun. ada komitmen dukungan atau penguatan
Keuangan (OJK), aset industri asuransi di Secara umum, permodalan industri terhadap struktur permodalan tapi terlihat
September 2024 mencapai Rp1.142,50 asuransi masih menunjukkan kondisi ada tekanan. “Dukungan permodalan
triliun atau naik 2,46 persen yoy dari yang solid, dengan industri asuransi pada asuransi komersial masih solid
posisi yang sama di tahun sebelumnya, jiwa dan asuransi umum secara agregat walau terdapat tren penurunan,” kata
yaitu Rp1.115,02 triliun. Dari sisi melaporkan Risk Based Capital (RBC) Wakil Ketua AAUI Bidang Kerja Sama
asuransi komersil, total aset mencapai masing-masing sebesar 458,31 persen Antar Lembaga Muhammad Iqbal.
www.stabilitas.id Edisi 211 / 2025 / Th.XX 41

