Page 42 - Stabilitas Edisi 211 Tahun 2025
P. 42
Selain itu, selisih tingkat inklusi terdapat sejumlah faktor pendorong
dan literasi masih besar yang asuransi umum dan reasuransi.
Tidak bisa ditampik, mengindikasikan masyarakat yang telah Suntikan atau booster yang
saat ini perusahaan asuransi mengetahui mengenai produk asuransi dimaksudkan yakni kesehatan keuangan
memang perlu beradaptasi belum cukup percaya diri untuk memiliki di perusahaan asuransi dan reasuransi
dengan perubahan perilaku produk asuransi. Selain itu, penetrasi dan baik konvensional maupun syariah; tata
nasabah melalui investasi densitas asuransi masih rendah, bahkan kelola perusahaan bersama; pemisahan
teknologi dan diversifikasi jika dibandingkan dengan negara lain. unit syariah; panduan tentang asuransi
produk. Kondisi itu menandakan proteksi atau kredit dan penjaminan; dan perlindungan
asuransi di Indonesia belum menjadi konsumen. “Kemudian perizinan untuk
prioritas atau kebutuhan. Kemudian perusahaan asuransi dan reasuransi dan
tantangan dari sisi digitalisasi yakni panduan manajemen produk termasuk
adanya inovasi produk, pelayanan, dan penyederhanaan dalam pengajuan,” kata
keamanan yang harus dicermati oleh Iqbal.
pelaku asuransi Tanah Air. Dari sisi regulator, Kepala Eksekutif
Tantangan lainnya yang akan Pengawas Perasuransian, Penjaminan,
dihadapi adalah persaingan yang makin dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi
meruncing inovasi ekosistem bisnis hijau Prastomiyono mengingatkan industri
dengan implementasi ESG yang lebih asuransi Tanah Air bakal menghadapi
kuat di antara industri, dan tantangan tantangan di 2025. Tantangan itu
dari aspek permodalan industri asuransi. datang dari ketidakpastian ekonomi
Meski dihujani banyak tantangan global dan dari berbagai perspektif yang
di 2025, namun Iqbal berpendapat, dihadapi industri perasuransian. Kendati
42 Edisi 211 / 2025 / Th.XX www.stabilitas.id

