Page 314 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 314
INTISARI
Tipologi Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota telah ditetapkan berdasarkan
Peraturan Kepala BPN-RI Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pola Jenjang
Karier Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan BPN-RI. Ada 3 (tiga) kategori
tipe kantor pertanahan yaitu kantor pertanahan tipe A, B, dan C. Masing-
masing tipe kantor ini membutuhkan jumlah sumberdaya manusia yang
berbeda-beda, tergantung dari volume pekerjaan yang menjadi bebannya.
Untuk mengetahui kebutuhan sumberdaya manusia di kantor pertanahan
ini, dilakukanlah penelitian ini.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif. Lokasi yang dijadikan objek penelitian dipilih secara acak
berdasarkan tipologi kantor pertanahan di 3 (tiga) provinsi yaitu Provinsi
Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Pengamatan objek penelitian
dilakukan secara langsung dengan melakukan wawancara dengan para
pejabat struktural, dan melakukan observasi langsung di kantor pertanahan.
Teknik analisis kualitatif dengan mengkorelasikan data antar tabel dilakukan
untuk mendeskripsikan hasil pengolahan data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Sumberdaya Manusia (SDM)
di Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota meskipun pada tipe kantor yang
sama berbeda-beda jumlah kebutuhan dan kualitassnya, tergantung dari
volume pekerjaan yang ada. Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota masih
kekurangan SDM untuk bisa menyelesaikan semua pekerjaan tepat
pada waktunya sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. SDM
di kantor pertanahan tidak harus berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS),
tetapi bisa juga berasal dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang pengadaanya
disesesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Untuk menyelesaikan
pekerjaan dengan kekurangan SDM ini, upaya yang sudah dilakukan
oleh kantor pertanahan adalah dengan cara menambah jam kerja dengan
sistem kerja lembur. Kemampuan merekrut jumlah dan kualitas SDM
283

