Page 316 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 316
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Suatu organisasi secara umum pasti terdiri dari orang-orang yang
bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang telah
ditentukan. Oleh karenanya, tidak dapat dipungkiri kebutuhan sumberdaya
manusia atau pegawai yang cukup dan sesuai dengan kompetensinya selalu
dibutuhkan oleh masing-masing bagian dari organisasi tersebut agar tujuan
organisasi bisa dicapai secara optimal. Sumberdaya manusia atau pegawai
merupakan salah satu aset utama suatu instansi yang menjadi perencana
dan pelaku aktif dari setiap aktivitas organisasi. Pegawai mempunyai
pikiran, perasaan, keinginan, status, dan latar belakang pendidikan, usia
dan jenis kelamin yang heterogen yang dibawa ke dalam suatu organisasi.
Kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia harus sesuai dengan kebutuhan
organisasi supaya efektif dan efisien utuk menunjang tercapainya tujuan.
Keterbelakangan suatu organisasi pada umumnya dilatarbelakangi oleh
minimnya kemampuan sumberdaya manusia yang terlibat di dalamnya,
baik aspek manajerial maupun pada aspek operasional. Tuntutan upaya
peningkatan kemampuan sumberdaya manusia sangat mutlak untuk
menciptakan organisasi yang lebih baik dan mengelolanya dengan tingkat
efisien dan efektivitas yang tinggi sebagai wahana untuk mencapai berbagai
tujuan yang ingin dicapai (Suratno dalam http://sulut.kemenag.go.id/file/
file/kepegawaian/aunw1341283316.pdf). Hal ini juga termasuk kebutuhan
sumberdaya manusia di lingkungan Badan Pertanahan Nasional Republik
Indonesia (BPN-RI), khususnya organisasi di tingkat kantor pertanahan
kabupaten/kota. Kepala BPN-RI Hendarman Supandji (2014) dalam
285

