Page 321 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 321

Pegawai merupakan sumberdaya yang paling penting dalam organisasi
            publik. Pegawai yang baik dan memenuhi standar kualifikasi, hanya akan
            dapat diperoleh melalui upaya rekrutmen yang efektif. Supaya dapat
            melakukan proses rekrutmen secara efektif, harus tersedia informasi
            akurat dan berkelanjutan mengenai jumlah dan kualifikasi individu yang
            diperlukan untuk melaksanakan berbagai tugas pokok dan fungsi dalam
            organisasi. Deskripsi tentang jumlah dan kualifikasi pegawai hendaknya
            mampu menggambarkan kebutuhan akan pegawai yang diinginkan untuk
            menempati sejumlah formasi (Sulistyani & Rosidah, 2003).
                 Kegiatan di kantor pertanahan, bermuara pada terbitnya sertipikat
            sebagai tanda bukti hak atas tanah. Oleh karena itu semua SDM yang ada di
            kantor pertanahan bertujuan untuk mendukung tujuan organisasi tersebut.
            Terdapat bagian-bagian yang secara langsung berhubungan dengan tujuan
            organisasi, namun ada pula bagian-bagian yang berfungsi sebagai penunjang
            dari kegiatan organisasi kantor pertanahan. Jumlah dan kualifikasi SDM
            di masing-masing bagian tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan
            kantor pertanahan sehingga masing-masing SDM tersebut bisa berfungsi
            untuk menjalankan kegiatan kantor dengan baik.
                 Struktur Organisasi di Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota, sampai
            dengan saat ini masih berdasarkan Perkaban Nomor 4 Tahun 2006 tentang
            Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan
            Nasional dan Kantor Pertanahan  yang merupakan peraturan pelaksanaan
            Perpres Nomor 10 Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional.
            Sebetulnya sudah ada Perpres baru yaitu Perpres Nomor 63 Tahun 2013
            tentang Badan Pertanahan Nasionaal Republik Indonesia, tetapi belum ada
            peraturan pelaksanaannya. Menurut Pasal 54 Perkaban Nomor 4 Tahun
            2006, disebutkan bahwa Susunan Organisasi Kantor Pertanahan terdiri
            dari:  a) Sub Bagian Tata Usaha (TU), b) Seksi Survei, Pengukuran dan
            Pemetaan (SPP), Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT), c) Seksi
            Pengaturan dan Penataan Pertanahan (PPP), d) Seksi Pengendalian dan
            Pemberdayaan (P dan P), e) Seksi Sengketa, Konflik dan Perkara (SKP).
            Pembagian organisasi di Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dapat dilihat
            pada Tabel 1 berikut ini.










            290      Kelembagaan
   316   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326