Page 317 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 317

sambutannya pada pemaparan hasil pemetaan kompetensi individu pejabat
            eselon III dan IV di lingkungan BPN mengatakan bahwa:

                 Unsur terpenting dalam suatu organisasi adalah sumberdaya manusia.
                 Sebaik apapun suatu sistem tidak akan dapat berjalan dengan baik jika tidak
                 didukung oleh sumberdaya manusia yang profesional

                 Sebagai instansi pelayanan, kantor pertanahan kabupaten/kota adalah
            ujung tombak BPN-RI, karena secara langsung berhubungan dengan
            masyarakat. Optimal tidaknya pelayanan kepada masyarakat dapat diukur
            dari optimal tidaknya kantor pertanahan kabupaten/kota melakukan
            pelayanan pertanahan. Masing-masing kantor pertanahan, tingkat
            kesibukannya berbeda-beda. Hal ini bisa dilihat dari banyak sedikitnya
            masyarakat yang mengajukan pelayanan pertanahan. Oleh karena itu
            kebutuhan dari masing-masing kantor, tentunya harus berbanding lurus
            dengan tingkat kesibukan kantor tersebut.
                 Menurut Lampiran Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional
            (Perkaban) Nomor 1 Tahun 2013  tentang Pola Jenjang Karier Pegawai
            Negeri Sipil di Lingkungan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia,
            sampai saat ini kantor pertanahan kabupaten/kota telah diklasifikasikan
            menjadi 3 (tiga) tipe, yaitu kantor pertanahan tipe A, tipe B, dan tipe C.
            Tipe kantor ini antara lain diukur dari tingkat kesibukannya dalam melayani
            masyarakat. Selain itu tipe-tipe kantor pertanahan ini juga dijadikan salah
            satu dasar pertimbangan dalam rangka pengangkatan dalam jabatan eselon
            selain pertimbangan-pertimbangan lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan
            sumberdaya manusia pada kantor pertanahan  berdasarkan tipologi kantor
            tersebut, jumlah dan kompetensi sumberdaya manusianya harus dipenuhi.


            B.   Rumusan Masalah

            1.   Kebutuhan Sumberdaya Manusia Berdasarkan Tipologi Kantor
                 Pertanahan
            2.   Kebutuhan Sumberdaya Manusia Berdasarkan Volume Pekerjaan di
                 Kantor Pertanahan










            286      Kelembagaan
   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322