Page 330 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 330
BAB IV
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan di 3 (tiga) provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah
dan Jawa Barat. Tiap-tiap provinsi terdiri dari 3 (tiga) kantor pertanahan
yaitu kantor pertanahan tipe A, B, dan C. Di Provinsi Jawa Timur, lokasi
penelitian di Kantor Pertanahan Kabupaten Kediri (tipe A), Kantor
Pertanahan Kabupaten Ngawi (tipe B), dan Kantor Pertanahan Kabupaten
Ponorogo (tipe C). Di Provinsi Jawa Tengah di Kantor Pertanahan
Kabupaten Sragen (tipe A), Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali (tipe
B, dan Kantor Pertanahan Kota Magelang (tipe C). Di Provinsi Jawa
Barat di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor (tipe A), Kantor Pertanahan
Kabupaten Subang (tipe B), dan Kantor Pertanahan Kota Cirebon (tipe C).
Secara umum kebutuhan sumberdaya manusia (SDM) berbanding
lurus dengan volume pekerjaan yang ada di kantor pertanahan. Kebutuhan
ini berbeda-beda tergantung dari volume pekerjaan yang ada. Secara logika
kalau dilihat dari segi kuantitasnya, kebutuhan SDM ini tentunya sama
atau paling tidak hampir sama apabila didasarkan pada tipologi kantor
pertanahan. Pada kantor pertanahan tipe A di suatu provinsi, tentunya akan
sama atau hampir sama dengan kebutuhan SDM di kantor pertanahan tipe
A di provinsi lain. Demikian pula di kantor pertanahan tipe B dan C. Pada
kenyataannya, kebutuhan SDM ini ternyata berbeda-beda meskipun pada
kantor pertanahan yang mempunyai tipologi yang sama.
Secara umum jenis pekerjaan di kantor pertanahan adalah sama
yaitu melayani masyarakat di bidang pertanahan termasuk melaksanakan
legalisasi aset tanah. Menurut Perkaban No.1 Tahun 2010 tentang Standar
Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan, pelayanan pertanahan dikelompokan
299

