Page 738 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 738
Subjek agraria dalam hal ini adalah pihak-pihak yang terlibat
Komunitas
langsung dengan sumber-sumber agraria, sementara objek agraria
merupakan sumber-sumber agraria yang terdiri dari: tanah, perairan,
hutan, tambang dan ruang di atas bumi dan air (udara). Obyek-obyek
Sumber-sumber
kajian agraria/pertanahan tersebut diatas membawa konsekuensi
empiris terhadap rancangan metode ilmiah dan tools yang akan
digunakan dalam penelitian. Sudut pandang kajian dari aspek fisik/
Pemerintah
Swasta
teknis, aspek hukum dan administrasi, dan aspek sosial terhadap
obyek-obyek kajian agraria/pertanahan di atas membawa konsekuensi
Keterangan: terhadap metode ilmiah dan tools yang diperlukan.
Hubungan teknis agraria (kerja)
Hubungan sosial agraria
Gambar. 9. Aspek-Aspek Dalam Studi Agraria
fisik/teknis/
spasial
hukum dan
sosial administrasi
studi
agraria
Selain istilah agraria, konsep lain yang sering muncul adalah
‘pertanahan’. Secara Umum, pertanahan adalah hal-hal yang
bersangkut-paut dengan tanah dari segi penguasaan, pemilikan,
penggunaan dan pemanfaatannya. Istilah pertanahan secara luas
berkembang sejak dibentuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada
tahun 1988 yaitu lembaga Pemerintah Non-Departemen (LPND) yang
bertugas mengelola dan mengembangkan administrasi pertanahan
berdasarkan UUPA maupun Peraturan Perundangan lainnya.
Berdasarkan konsep ini, pengertian bersangkut paut tersebut merujuk
Merancang Metode Penelitian Agraria Lintas Disiplin 707

