Page 737 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 737
terbatas. Obyek kajian agraria/pertanahan menjadi berkembang dari
yang hanya sekedar obyek fisik menjadi obyek hukum, khususnya
hukum tanah.
Obyek-obyek kajian agraria/pertanahan tersebut membawa
konsekuensi empiris terhadap rancangan metode ilmiah dan tools yang
akan digunakan dalam penelitian. Sudut pandang kajian dari aspek
fisik/teknis, aspek hukum, aspek administrasi terhadap obyek-obyek
kajian agrarian/pertanahan di atas membawa konsekuensi terhadap
metode ilmiah dan tools yang diperlukan. Mengacu pada Safitri (2014),
studi agraria dimaknai sebagai studi yang berupaya menjelaskan relasi
manusia secara individual/kelompok dengan objek ‘agraria’ yaitu bumi,
air, kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Relasi ini meliputi
dan dipengaruhi berbagai aspek: hukum, politik, ekonomi, psikologi,
sejarah, kebudayaan dan lain-lain. Dalam konteks relasi antara subjek
dengan objek agraria, Sitorus (2002) secara detail mengilustrasikannya
sebagai berikut:
Gambar. 8. Relasi Subjek dan Objek Agraria
Komunitas
Komunitas
Sumber-sumber
Sumber-sumber
Pemerintah Swasta
Pemerintah Swasta
Keterangan:
Hubungan teknis agraria (kerja)
Keterangan: Hubungan sosial agraria
Hubungan teknis agraria (kerja)
Hubungan sosial agraria Sumber: Sitorus, 2002
fisik/teknis/
706 Ilmu Agraria spasial
hukum dan
fisik/teknis/
sosial administrasi
spasial
studi
hukum dan
sosial agraria
administrasi
studi
agraria

