Page 65 - Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat (Hasil Penelitian Strategis PPPM STPN 2014)
P. 65

PPPM - STPN Yogyakarta                                                                                             Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat

            tidak  mungkin  dilakukan  melalui  kapal  laut,  karena  memakan
            waktu yang lebih lama. Jembatan penghubung antara Bitung dan
            Pulau Lembeh juga akan dibangun untuk mendukung pembangunan
            infrastuktur yang lebih mantab. Sementara ini, sebagai perwujudan
            pembangunan  skala  menengah,  telah  dibangun  jalan  lingkar
            Lembeh yang sudah dua tahun berturut-turut dianggarkan tahun I
            (2012)  sejumlah  35  milyar,  tahun  2013  sejumlah  39  milyar  dan
            tahun  2014  sejumlah  39,5  milyar.  Jalan  yang  diperkirakan  akan
            sepanjang  61  kilometer  ini  diperkirakan  akan  tersambung  90%

            pada  tahun  2013  ini.  Jalan  lingkar  Lembeh  ini  juga  membangun
            prasarana jalan-jalan penyambung antara kelurahan ke jalan induk.
            Pengembangan  lain  yang  juga  sedang  disiapkan  untuk  Lembeh
            adalah pembangkit listrik tenaga surya dan drainase-drainase.                                 Gambar 2.  Project Pengembangan Pulau Lembeh yang akan dilaksanakan oleh PT Mitra
                                                                                                                  Budiyasa
                Perjanjian dalam pengerjaan proyek-proyek pembangunan di                                  Sumber:  www.mitrabudiyasa.net
            Lembeh, salah satunya terekam dalam Surat Perjanjian Penyerahan
            Penggunaan/Pemanfaatan Kawasan Pulau Lembeh-Bitung Nomor:                                         Kesepakatan proyek pembangunan yang akan dilaksanakan di

            188/HKM/X/2004  antara  Pemerintah  Kota  Bitung  dengan  PT                                  Pulau Lembeh terdiri dari: international hub port Bitung, jembatan
            Mitra  Budiyasa.  Dalam  surat  perjanjian  ini,  terdapat  beberapa                          Lembeh,  Jalan  Tol  Manado  Bitung,  Pembangkit  tenaga  listrik,
            kesepakatan  untuk  penyerahan  pemanfaatan  Kawasan  Pulau                                   proyek  persediaan  air  bersih,  Pulau  Lembeh-Bitung  Recreation
            Lembeh-Bitung  seluas  5400  ha  (lima  ribu  empat  ratus  hektar)                           State,  internasional  airport,  jembatan  Lembeh  II,  infrastruktur
            dengan penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SGHB) di atas                                 telekomunikasi,  dan  bangunan-bangunan  pendukung  lainnya.
            Hak Pengelolaan (HGB di atas HPL). Pemanfaatan kawasan pulau                                  Dalam  perjanjian  tersebut  dikatakan  bahwa  pihak  pertama
            akan  dilaksanakan  untuk  pembangunan  proyek-proyek  dengan                                 (Pemerintah  Kota  Bitung)  akan  menyerahkan  hak  pemanfaatan
            rincian sebagai berikut:                                                                      tanah dalam keadaan lahan kosong terhitung mulai penandatangan
                                                                                                          perjanjian atau 10 Oktober 2004. Lama hak pengelolaan yang di-
                                                                                                          berikan adalah 30 tahun. Berkaitan dengan pelaksanaan perjanjian
                                                                                                          ini, pihak Pemerintah Kota Bitung akan melakukan beberapa hal
                                                                                                          yaitu: menyusun rancang bangun Kawasan Pulau Lembeh-Bitung

                                                                                                          dan  prasarananya;  membayar  nilai  ganti  rugi  pembebasan  lahan
                                                                                                          dari  warga  sesuai  dengan  standar  harga  yang  ditetapkan  dengan
                                                                                                          Surat  Keputusan  Walikota;  mengalihkan  Hak  Pemanfaatan  (Hak
                                                                                                          Guna  Bangunan=HGB)  kepada  pihak  Ketiga  sebagaimana  diatur
                                                                                                          dalam pasal 8 (HGB Strata Title); mengubah menambah dan atau


            64                                                                                                                                                           65
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70