Page 66 - Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat (Hasil Penelitian Strategis PPPM STPN 2014)
P. 66

PPPM - STPN Yogyakarta              Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat

 tidak  mungkin  dilakukan  melalui  kapal  laut,  karena  memakan
 waktu yang lebih lama. Jembatan penghubung antara Bitung dan
 Pulau Lembeh juga akan dibangun untuk mendukung pembangunan
 infrastuktur yang lebih mantab. Sementara ini, sebagai perwujudan
 pembangunan  skala  menengah,  telah  dibangun  jalan  lingkar
 Lembeh yang sudah dua tahun berturut-turut dianggarkan tahun I
 (2012)  sejumlah  35  milyar,  tahun  2013  sejumlah  39  milyar  dan
 tahun  2014  sejumlah  39,5  milyar.  Jalan  yang  diperkirakan  akan
 sepanjang  61  kilometer  ini  diperkirakan  akan  tersambung  90%

 pada  tahun  2013 ini.  Jalan  lingkar  Lembeh  ini  juga  membangun
 prasarana jalan-jalan penyambung antara kelurahan ke jalan induk.
 Pengembangan  lain  yang  juga  sedang  disiapkan  untuk  Lembeh
 adalah pembangkit listrik tenaga surya dan drainase-drainase.   Gambar 2.  Project Pengembangan Pulau Lembeh yang akan dilaksanakan oleh PT Mitra
                       Budiyasa
 Perjanjian dalam pengerjaan proyek-proyek pembangunan di   Sumber:  www.mitrabudiyasa.net
 Lembeh, salah satunya terekam dalam Surat Perjanjian Penyerahan
 Penggunaan/Pemanfaatan Kawasan Pulau Lembeh-Bitung Nomor:   Kesepakatan proyek pembangunan yang akan dilaksanakan di

 188/HKM/X/2004  antara  Pemerintah  Kota  Bitung  dengan  PT   Pulau Lembeh terdiri dari: international hub port Bitung, jembatan
 Mitra  Budiyasa.  Dalam  surat  perjanjian  ini,  terdapat  beberapa   Lembeh,  Jalan  Tol  Manado  Bitung,  Pembangkit  tenaga  listrik,
 kesepakatan  untuk  penyerahan  pemanfaatan  Kawasan  Pulau   proyek  persediaan  air  bersih,  Pulau  Lembeh-Bitung  Recreation
 Lembeh-Bitung  seluas  5400  ha  (lima  ribu  empat  ratus  hektar)   State,  internasional  airport,  jembatan  Lembeh  II,  infrastruktur
 dengan penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SGHB) di atas   telekomunikasi,  dan  bangunan-bangunan  pendukung  lainnya.
 Hak Pengelolaan (HGB di atas HPL). Pemanfaatan kawasan pulau   Dalam  perjanjian  tersebut  dikatakan  bahwa  pihak  pertama
 akan  dilaksanakan  untuk  pembangunan  proyek-proyek  dengan   (Pemerintah  Kota  Bitung)  akan  menyerahkan  hak  pemanfaatan
 rincian sebagai berikut:  tanah dalam keadaan lahan kosong terhitung mulai penandatangan
               perjanjian atau 10 Oktober 2004. Lama hak pengelolaan yang di-
               berikan adalah 30 tahun. Berkaitan dengan pelaksanaan perjanjian
               ini, pihak Pemerintah Kota Bitung akan melakukan beberapa hal
               yaitu: menyusun rancang bangun Kawasan Pulau Lembeh-Bitung

               dan  prasarananya;  membayar  nilai  ganti  rugi  pembebasan  lahan
               dari  warga  sesuai  dengan  standar  harga  yang  ditetapkan  dengan
               Surat  Keputusan  Walikota;  mengalihkan  Hak  Pemanfaatan  (Hak
               Guna  Bangunan=HGB)  kepada  pihak  Ketiga  sebagaimana  diatur
               dalam pasal 8 (HGB Strata Title); mengubah menambah dan atau


 64                                                                           65
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71