Page 62 - Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat (Hasil Penelitian Strategis PPPM STPN 2014)
P. 62

PPPM - STPN Yogyakarta              Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat

 C.  Grand Design Pengembangan Bitung - Pulau   Lembeh dan sekitarnya, sebagai bagian dari kawasan ekologi laut
 Lembeh        Sulu-Sulawesi,  yang  memiliki  keanekaragaman  hayati  laut  yang
               sangat tinggi. Pada saat ini mulai terungkap potensi industri bio-
 Pulau  Lembeh  terletak  di  sebelah  timur  laut  Kema,  dan  luasnya
 hampir sama dengan Ternate. Selain kaya akan kayu, pulau tersebut   teknologi dan ekonomi yang  tinggi yang berasal dari keanekaragaman
 menjadi penting karena menghasilkan sarang burung. Di sekeliling   hayati laut tersebut. Nilai ekonomi total dari kegiatan perikanan,
 pulau itu terdapat tebing curam dengan ketinggian sekitar 24 meter di   usaha wisata seperti selam, sewa kapal  dan perahu di Selat Lembeh
 atas permukaan laut. laut di sepanjang tebing itu sangat dalam dan   akan meningkat dengan adanya usaha konservasi. Kalau perhitungan
 airnya biru tua, serupa pemandangan sebuah jurang. Di atas tebing   dilakukan terhadap nilai-nilai sumberdaya alam maupun sumber-
 itu tumbuh kayu-kayuan, tumbuhan menjalar, lumut dan tumbuhan
 parasit  lain  yang  pada  tempat-tempat  tertentu  bergantungan  bagai   daya  buatan  manusia  serta  lingkungannya,  maka  nilai  ekonomi
 hiasan yang indah (Graafland, 1991:2).  wilayah pesisir Selat Lembeh dan sekitarnya dipastikan akan sangat
               besar.
 Pulau Lembeh yang ‘kaya’ sebagaimana dilukiskan oleh Graafland,   Selat Lembeh yang terletak diantara daratan Kota Bitung atau

 memang  memiliki  banyak  potensi.  Oleh  karena  itulah,  dalam   pulau  Lembeh  mempunyai  kondisi  oceanografi  yang  berbeda  di-
 konteks  pengembangan  Bitung  sendiri,  Pulau  Lembeh  menjadi   banding kan dengan pantai timur pulau lembeh atau bagian-bagian
 salah  satu  site  yang  juga  disiapkan  sebagai  salah  satu  ikon  pem-  lainnya  dari  semenanjung  Sulawesi  Utara.  Selat  Lembeh  secara
 bangunan.  Berbagai  kebijakan  dibuat  sebagai  bagian  dari  ‘skema   umum  lebih  terlindung  karena  tidak  terlalu  lebar.    Kondisi  ini
 pengembangan Pulau Lembeh’. Dalam Perda Kota Bitung Nomor 4   menyebabkan massa air cukup lancar selama proses pasang surut.
 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu disebut-  Dengan demikian banyak anggota masyarakat merasa pasti bahwa
 kan bahwa wilayah pesisir Kota Bitung, termasuk Selat dan Pulau   kondisi  tersebut  sangat  membantu  proses  pembersihan  bahan-

 Lembeh,  merupakan  suatu  kesatuan  ekologis  yang  memiliki  ke-  bahan  pencemar  di  Selat  Lembeh.  Pencemaran  berasal  dari
 aneka ragaman  sumber  daya  alam  sebagai  modal  dasar  bagi  per-  kegiatan-kegiatan di perairan dan dari kegiatan di daratan sepanjang
 kembangan  ekonomi  yang  bertumpu  pada  sektor  perikanan  dan   daerah-daerah aliran sungai (DAS). Pada saat hujan bahan penc-
 kelautan,  pertanian,  kehutanan,  perkebunan  serta  perdagangan   emar mengalir ke wilayah pesisir dan Selat Lembeh.  Apabila Selat
 yang berorientasi ekspor ke kawasan Pasifik Barat. Selat Lembeh   Lembeh menjadi semakin sempit karena perubahan garis pantai,
 merupakan bagian dari kawasan pengelolaan perairan. Demi keber-  maka akan terjadi  percepatan arus air laut. Hal ini akan menyebab-
 lanjutan pemanfaatan sumber daya alamnya,  Selat Lembeh yang   kan  bagian-bagian  tertentu  dari  Selat  Lembeh  mengalami  pen-
 terletak  antara  daratan  Kota  Bitung  dan  daratan  Pulau  Lembeh   cemaran berat.
 harus dikelola sesuai dengan peruntukannya, termasuk Pelabuhan   Dalam perkembangannya saat ini, Pulau Lembeh tidak dapat

 Khusus.  Pengelolaan  Wilayah  Pesisir  telah  mempertimbangkan   dilepaskan  dari  skema  kebijakan  penataan  Bitung  yang  sedang
 kesadaran masyarakat yang semakin meningkat tentang perlunya   difokuskan pada realisasi visinya sebagai “kota industri dan bahari
 upaya-upaya  untuk  melindungi  sumber-sumber  penyangga  ke-  yang  sejahtera  dan  demokratis”.  Visi  Kota  Bitung  ini  mengarah
 hidupan, seperti hutan, tanah, udara dan air.  Dalam hal ini per-  pada  posisi  Kota  Bitung  yang  berada  di  pintu  masuk  Propinsi
 hatian  secara  khusus  perlu  diarahkan  pada  lingkungan  Selat   Sulawesi Utara melalui pelabuhan alam, dengan posisi yang sangat


 60                                                                           61
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67