Page 173 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 173

Oloan Sitorus & Taufik N. Huda

            Lampiran



                Perginya Bapak Hukum Agraria Indonesia






            Hari itu, Selasa, 18 Oktober 2011, Jam 14.46 WIB, aku menerima
            SMS dari Bunda Prof. Arie Sukanti Hutagalung, S.H., M.LI.
            Diberitakan: “Inalillahi wainailahi rajiun, telah berpulang ke rah-
            matullah, Bpk Prof. Boedi Harsono, S.H., pada hari ini. Almarhum
            disemayamkan di rumah duka beralamat: Jl. Swakarsa Bawah No.
            17, Cilandak, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Telepon: (021)
            7658537”. Segera aku membalas SMS itu, dengan mengatakan bah-
            wa esoknya saya akan ke Jakarta untuk ikut serta  ‘mengantarkan’
            beliau ke peristirahatannya yang terakhir.
                Rabu, 19 Oktober 2011, Jam 09.07 WIB, saya sudah tiba di
            Gedung  M (Rektorat Universitas Trisakti). Tetapi Prof. Arie melalui
            HPnya mengajak ku ke ruang kerja almarhum di Fakultas Hukum
            Universitas Trisakti (FH Usakti). Di situ ada Dekan FH USAKTI,
            Prof. Arie, dan beberapa guru besar yang lain di FH Usakti. Kemu-
            dian bergabung pula Mbak Eka Sihombing. Pak Endar (baca Endar
            Pulungan, S.H.), Dekan FH Usakti, mengatakan bahwa, maksud
            kumpul di Ruang Kerja Bapak Prof Boedi Harsono adalah untuk
            mengenang dan menghormati kebiasaan beliau, almarhum. Di
            ruangan itu, beliau-beliau mengenang dan menceritakan berbagai
            kebaikan, keunikan, dan kebiasaan almarhum. Bagi Pak Endar,
            almarhum adalah panutan selama 46 tahun. Sejak Pak Endar
            bergabung di Trisakti tahun 1965, almarhum sedang memimpin
            FH Usakti, sebagai dekan.  Menurut beliau, almarhum memiliki

            160
   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178