Page 174 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 174

Lampiran

               pengetahuan tentang “hari baik dan hari tidak baik”. Kepergian
               almarhum pun, yang oleh Pak Endar disebutkan sudah “diketahui
               almarhum” adalah ‘hari baik’, dalam hitungan “hari baik” yang
               diajarkan Pak Boedi kepada Pak Endar.
                   Lebih kurang satu jam kami di ruang kerja almarhum,  jenazah
               dikabarkan akan segera tiba di lobi FH Usakti. Kami pun beranjak
               bersama-sama menuju lobi, mengatur diri masing-masing dengan
               posisi mengelilingi peti jenazah, dengan sikap haru-biru. Beberapa
               asistennya di FH Usakti, menangis, tak sedikit pelayat yang berkaca-
               kaca matanya. Semua berdiri dengan sikap hormat, memberi peng-
               hormatan yang terakhir kepada almarhum. Lalu, Dekan membe-
               rikan kata sambutan. Pak Dekan mengatakan bahwa Prof Boedi
               Harsono adalah guru dan panutan bagi FH Usakti. Sampai di
               akhir hanyatnya, Prof Boedi Harsono adalah orang besar, meski-
               pun tanpa jabatan. Dalam sambutan itu pula  Pak Dekan  menga-
               takan, dengan otoritas yang dimilikinya, akan menamakan gedung
               FH Usakti sebagai Gedung Prof. Boedi Harsono. Menurut beliau,
               itu penghargaan yang pantas, oleh karena almarhumlah yang
               pertama sekali membangun FH Usakti, dari segala keterbatasan,
               hingga seperti sekarang ini. Hukum Agraria adalah bidang studi
               yang paling dikenal masyarakat di FH Usakti. Dan, itu dikarenakan
               keberadaan Prof. Boedi Harsono.  Paling mengharukan pada acara
               itu adalah, diselimutinya peti jenazah dengan bendera FH Usakti.
               Suatu pertanda penghormatan yang setinggi-tingginya kepada
               almarhum yang telah berjasa kepada FH Usakti.
                   Setelah  selesai upacara penghormatan terakhir di FH Usakti,
               jenazah disemayamkan di Gedung Rektorat (Gedung M). Ruang
               lobi tempat disemayamkannya almarhum itu juga penuh dengan
               para pelayat. Acara penghormatan terakhir dilakukan dengan
               terlebih dahulu membacakan Riwayat Hidup almarhum Prof.
                                                                   161
   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178