Page 126 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 126
3) Senyawa Anti Bakteri Minyak Atsiri Cengkeh
Cengkeh Syzgium aromaticum L merupakan tanaman yang kaya akan manfaatnya,
dan merupakan rempah-rempah wajib yang biasanya ada diberbagai masakan
nusantara. Cengkeh masuk ke dalam jenis tumbuhan perdu dimana mempunyai
gagang besar serta keras. Tanaman cengkeh ialah tanaman penghasil minyak atsiri
yang sangat maksimal didapatkan di Indonesia metode destilasi. Dimana minyak
cengkeh ini seperti berbentuk cair tidak berwarna hingga kekuningan, yang memiliki
cita yang khas, dengan bau cengkeh yang kuat. Beberapa kandungan tanaman cengkeh
seperti eugenol, eugenil metil eter, eugenil asetat, senyawa kimia sepertu eugenin,
asam oleanoat, asam galotanat, fanilin, karyofilin, resin serta gom. Senyawa eugenol
yang mengisi atsiri cengkeh memiliki kandungan yang punya antioksidan tinggi, dan
juga memiliki karakteristik menjadi stimulan, antiemetik, anestetik, karminatif,
antiseptik dan antipasmodik (Luthfi dan Kurniawati, 2018).
Minyak atsiri merupakan cairan volatil apabila tercampur dari senyawa padat
yang memiliki kandungan berbeda serta titik cairnya di dalam sifat larutnya. Minyak
atsiri dikenal dengan essential oilatau volatile oil yang dihasilkan oleh
tanaman.Berdasarkan sumbernya minyak atsiri pada cengkeh dikelompokkan ke
dalam 3 bagian, ialah minyak daun cengkeh (clove leaf oil), minyak bunga cengkeh
(clove bud oil), minyak ranting cengkeh (clove stem oil).Tanaman ini memiliki bau
yang khas, kandungan minyak atsiri (essential oil) yang dihasilkan oleh tanaman
cengkeh yang terdapat di dalam bunga sebesar 10-20%, batang 5-10% dan daun 1-4%
(Nurdjannah 2016).
Untuk mendapatkan minyak atsiri pada tanaman cengkeh terdapat beberapa
teknik yang dapat digunakan diantaranya penyulingan air, penyulingan uap-cair, dan
penyulingan uap. Destilasi merupakan cara untuk memisahkan senyawa kimia di
dasarkan karena adanya pembeda bahan yang mudah menguap (volatil). Dalam proses
destilasi, sampel panaskan sampai titik didih tercapai, kemudian uap mengalami
pendinginan kembali menjadi berbentuk cair. Senyawa yang mempunyai titik didih
121