Page 182 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 182

menurut beberapa sudut pandang, misalnya saja minyak alami yang diperoleh dari
daun, biji dan bunga bunga pala digunakan sebagai bahan alami untuk resep,
wewangian dan produk perawatan kecantikan (Ditjen DPR, 2012). Tumbuhan
berbentuk pohon ini memiliki tinggi hingga 20 m dengan lebar batang 30-45 cm,
berbentuk bulat dan tegak serta mempunyai getah berwarna merah muda. Daunnya
berbentuk lonjong, panjang 8-10 cm, tunggal, permukaan daun pada tumbuhan pala
ini berwarna hijau berkilau. Bunga majemuk berbentuk malai pada ketiak daun,
berubah warna menjadi kuning. Benda normal berbentuk gantung bulat, terbelah
memanjang menjadi dua duka, dengan jaringan tebal dan keras, pengembangan getah
encer dan astringency. Biji karamelnya beraneka ragam kusam dan bunga fuli
berbentuk lonjong dengan warna kuning sampai merah (Hidayat dan Napitupulu,
2015). α-pinene, β-pineene, myrcene, α-phellandrene, aterpinène, limonene, P-cymene,
linalool, terpine-4-ol, dan α-terpineol adalah antara komponen yang hadir dalam
minyak kelapa sawit (Agoes, 2010). Selain itu, ekstrak etil asetat mengandung alkaloid,
flavonoid, dan bahan kimia terpenoid, sedangkan daun pala mengandung senyawa
alkaloids, flawonoids, terpenoids, dan tannins.
Menurut Ginting dkk. (2014) Kapulaga yang juga merupakan salah satu product
ware, diperdagangkan sebagai makanan kering yang dihasilkan dari minyak tanah.
Pemanfaatan Kapulaga sebagai bahan pewangi, karminatif, mengobati batuk, bau
mulut, mengganggu tenggorokan. Produk organik kering digunakan sebagai penyedap
rasa, misalnya dalam pembuatan kari dan kue. Minyak peremajaan dari biji kapulaga
digunakan sebagai penambah rasa pada kue, toko permen, wewangian, dan obat-
obatan yang perlu menyembunyikan rasa yang parah. Ia juga dimanfaatkan sebagai
bahan mentah untuk menumpuk minyak kapulaga yang dijual lagi sebagai bumbu
pembuatan botol dan makanan kaleng. Biji kapulaga mempunyai aroma yang harum
karena aroma ini banyak orang Inggris menganggapnya sebagai sebutir surga.
Keharuman lezat ini terdapat pada kandungan minyak kapulaga yang meremajakan.
Kapulaga menghasilkan minyak atsiri. Menurut Agoes (2010) Pada biji Kapulaga
terkandung minyak atsiri sebesar 3- 7% yang terdiri atas sineol, borneol, dan terpineol.
177





































































   180   181   182   183   184