Page 181 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 181

minyak atsiri (Itamar dkk., 2023). Minyak atsiri dari tanaman rempah cengkeh dapat
dimanfaatkan untuk produk pembuatan parfum karena memiliki aroma yang khas
yang dihasilkan dari tanaman. Manfaat bagi tubuh yang dapat dirasakan apabila
menggunakan produk pembuatan parfum dari tanaman cengkeh dapat merelekskan
dan membuat tubuh lebih fresh, Selain itu juga berguna sebagai antiseptik (Putri dkk.,
2022). Kandungan senyawa pada minyak atsiri cengkeh yaitu bahan aktif eugenol,
eugenyl acetate, β-caryophyllene, dan eugenol acetate. Eugenol mampu memunculkan
aroma khas yang kuat yang berasal dari cengkeh. Minyak esensial yang terdapat dari
tanaman cengkeh yaitu eugenol (Itamar dkk., 2023).
Buah jeruk merupakan buah yang sangat mudah ditemukan diindonesia yang
memiliki rasa asam hingga manis tergantung jenis jeruk itu sendiri. Buah jeruk banyak
digemari oleh masyarakat untuk dimakan secara langsung atau dimanfatkan untuk
berbagai olahan makanan seperti jus jeruk, penambah rasa berbagai masakan dan lain-
lain. Limbah kulit jeruk biasanya kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga
terbuang begitu saja menjadi limbah. Padahal pada kulit jeruk sendiri memiliki banyak
kandungan bermanfaat yang dapat diolah menjadi produk yang lebih berguna bagi
kehidupan. Menurut Megawati dan Kurniawan (2015) bahwa karena kulit jeruk manis
mengandung pektin dan kelompok komponen minyak esensial, itu memiliki zat kimia
yang dapat digunakan. Limonene (95%) myrsen (2%), octanal (1%), decanal
(0.4%),citronellal (0.1%), neral (0,1%), geranial (0,1%), valensen (0,05%), sinnsial
(0,2%), dan sinensial (0.01%) adalah komponen minyak esensial dari kulit jeruk
manis.. Senyawa limonene yang khas dari minyak atsiri kulit jeruk memiliki aroma
yang menyegarkan dan hal ini lah aroma kulit jeruk masni banyak digemari orang.
Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan sejenis tanaman kulit anak
sapi lokal Indonesia yang berasal dari Kepulauan Banda. Pala merupakan anggota dari
Myristicaceae yang dapat menghasilkan senyawa metabolit diskresi sebagai
pengemulsi restoratif (Ariadi & Agaus, 2018). Pala terdiri dari daging pala (77,8%),
bunga pala (4%), cangkang (5,1%), dan biji (13,1%). Pala sering dikenal sebagai
tanaman kulit kayu dengan nilai ekonomis dan memilki kegunaan yang luar biasa176






































































   179   180   181   182   183