Page 285 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 285
Tanaman-tanaman tertentu mengandung pigmen alami yang mampu berubah
warna bergantung pada pH larutan. Dalam pembahasan kali ini, kita akan menjelajahi
kemungkinan penggunaan tanaman-tanaman tersebut sebagai indikator alami dalam
berbagai reaksi kimia sehari-hari. Tanaman-tanaman seperti kunyit, buah naga,
beragam jenis bunga, daun bayam merah, buah pinang, kol ungu, dan begonia
memiliki pigmen alami sehingga kemungkinana mampu berindak sebagai indikator
alami. Dengan pengetahuan yang lebih dalam tentang sifat-sifat kimia tanaman-
tanaman ini, kita dapat mengembangkan indikator alami yang ramah lingkungan,
murah, dan mudah diakses untuk digunakan dalam berbagai konteks kehidupan
sehari-hari. Berikut merupakan beberapa contoh indikator alami yang bisa kita jumpai
dikegiatan sehari-hari:
1) Kunyit
Hampir setiap rumah di Indonesia memiliki tanaman kunyit (Curcuma longa
Linn.), yang merupakan salah satu tanaman yang paling umum. Kunyit biasanya
digunakan sebagai campuran rampah-rampah masakan atau diolah sebagai minuman
obat tradisional seperti jamu atau bahkan bisa juga digunakan sebagai pewarna alami.
Tanaman kunyit mengandung senyawa utama kurkumin dan minyak atsiri, senyawa
kurkumin dapat digunakan sebagai antitumor dan antioksidan (Wijaya, 2011). Selain
dapat bertindak sebagai antitumor dan antioksidan senyawa kurkumin pada kunyit
juga dapat bertindak sebagai indikator alami pada reaksi asam basa dan sebagai
pendeteksi adanya kandungan boraks dalam makanan. Karena kemampuan kurkumin
untuk bereaksi dengan boraks, senyawa kurkumin dapat mendeteksi boraks dan
mengikat ikatan boraks menjadi asam borat, yang menghasilkan senyawa kompleks
berwarna merah rosa yang dikenal sebagai senyawa boronsiano kurkumin kompleks.
Menurut Artiana dkk. (2019), senyawa kurkumin akan berwarna jingga dalam suasana
asam dan ketika berwarna merah ketika berada dalam kondisi basa.
280