Page 315 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 315
Pertimbangan biaya sering kali mendorong produsen untuk menggunkan
pewarna tekstil dalam produk makanan, karena harganya yang relatif lebih murah
dan dapat memberikan warna yang mempunyai daya tarik secara visual
dibandingkan pewarna makanan konvensional. Namun, beberapa pewarna tekstil
seperti Rhodamin B dan metanol kuning bersifat karsinogenik, yang dapat
menyebabkan perkembangan penyakit seperti kanker pada organ tubuh manusia jika
terpapar dalam jangka waktu yang lama. Temuan baru-baru ini mengungkapkan
adanya bahan kimia berbahaya dalam berbagai produk pangan seperti tahu, mie, dan
jajanan, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan pangan. Produk-produk
ini sering dijual di lingkungan sekolah oleh pedagang dan juga tersedia di masyarakat
luas, menekankan pentingnya berhati-hati saat mengonsumsi produk tersebut.
Gambar 87. Pengujian Makanan Borak & Formalin
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
Metode pada uji boraks dan formalin dilakukan dengan mengunakan metode
kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui ada atau tidak bahan pangan dalam
sampel pangan dan untuk mengetahui kadar boraks atau formalin (Khasanah &
Rusmalina, 2019). Analisis kualitatif untuk pengujian boraks biasanya melibatkan
penggunaan indikator alami seperti kunyit dan buah naga, dimana perubahan warna
indikator menunjukkan adanya senyawa tertentu. zat dalam makanan. Menurut teori, jika
sampel mengandung boraks, indikator kunyit akan berubah warna dari kuning menjadi
merah-oranye, sehingga memerlukan analisis tidak hanya kualitatif tetapi juga
kuantitatif. Dalam analisis kuantitatif dengan metode volumetrik, keberadaan boraks
310